Jakarta – Ekonom sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Andalas (Unand) Syafruddin Karimi menyoroti Presiden Prabowo Subianto menggunakan mobil Maung MV 3 Garuda Limousine saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.
Menurut Syafruddin, Maung Garuda merupakan produk mobil buatan PT Pindad, yang patut dibanggakan ke seantero Asia Tenggara, bahkan global.
”Ke Filipina, Presiden Prabowo pakai mobil maung, produksi kebanggaan anak bangsa. Kita ikut bangga,” kata Syafruddin dalam keterangannya dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Kendati demikian, Syafruddin mengaku gagal paham terhadap kebijakan pemerintah Prabowo sendiri, yang justru memborong mobil pikap produksi India sebanyak 105.000 unit untuk keperluan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
PT Agrinas disebut-sebut telah membayar DP 30% atau sekitar Rp 7,3 triliun untuk 105.000 kendaraan, yang diklaim jauh lebih hemat dibandingkan harga mobil domestik.
Menurut Syafruddin, semestinya pemerintah memperbanyak produksi Maung Garuda sebagai mobil nasional.
Ia mengaku heran karena pemerintah Prabowo justru memutuskan untuk mengimpor mobil pikap dari India untuk mendenyutkan KDMP.
”Namun, sulit kita paham mengapa pemerintah tak ciptakan pasar untuk mobil maung, melainkan mobil India,” ucapnya.
Syafruddin mendorong pemerintah Prabowo untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang masuk di akal.
”Sulit kita membaca dan memahami kebijakan mana sebenar akan diimplementasi,” kata Syafruddin Karimi. []


