Eks Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Dilaporkan ke KPK, Ini Duduk Perkaranya

Jakarta – Koalisi Sulawesi Tenggara (Sultra) Bersih resmi melaporkan dugaan kasus korupsi terkait pengambilalihan dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan ini menyeret nama mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam.

Perwakilan Koalisi Sultra Bersih, Aman Arif menduga terjadi penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan dalam pengalokasian APBD untuk kampus swasta tersebut.

“Kami menduga ada penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan dalam pengalokasian APBD untuk Unsultra,” kata Aman kepada wartawan dikutip Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam laporannya, koalisi mempersoalkan pendirian Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara pada tahun 2010. Yayasan baru ini disebut mengambil alih aset Unsultra dari yayasan lama yang telah berdiri sejak 1967.

Menurut Aman, Nur Alam membuat akta pendirian yayasan baru saat masih menjabat Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus tercatat sebagai Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Hal ini dinilai menimbulkan konflik kepentingan karena yayasan sebelumnya didirikan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, koalisi juga menyoroti alokasi APBD Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2014–2021 yang digunakan untuk pembangunan dan pengadaan aset di Unsultra. Anggaran yang dipertanyakan antara lain:

Pembangunan gedung Unsultra senilai Rp9,1 miliar.
Pengadaan meubelair, kursi, dan meja kerja pejabat Unsultra dengan total mencapai lebih dari Rp12 miliar.

“Belanja modal itu seharusnya digunakan untuk kepentingan kegiatan pemerintahan daerah, bukan untuk aset perguruan tinggi yang berada di bawah naungan yayasan milik Nur Alam dkk,” tutur Aman.

Koalisi Sultra Bersih menilai perbuatan tersebut diduga memenuhi unsur tindak pidana korupsi sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yaitu penyalahgunaan kewenangan yang menguntungkan diri sendiri atau korporasi serta merugikan keuangan negara.

Untuk mendukung laporan tersebut, Aman mengatakan pihaknya telah menyerahkan berbagai dokumen pendukung ke KPK. Ia berharap KPK segera menindaklanjuti laporan ini mengingat dugaan kerugian negara yang cukup besar.

“KPK harus bergerak karena kerugian negaranya tidak main-main, sampai Rp12 miliar lebih,” kata Aman. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Grup Duo Asal Makassar, DVY Rilis Single Bloom/Gloom

Jakarta - Duo musik asal Makassar, DVY, yang terdiri...

Pesta Babi, Ada Apa dengan Film Dokumenter Karya Dandhy Laksono Ini?

JAKARTA, Opsi.id  – Pesta Babi menjadi perbincangan hangat publik...

HBO Resmi Lanjutkan Serial Harry Potter ke Musim Kedua

JAKARTA, Opsi.id - Harry Potter dipastikan berlanjut ke musim...

Maher Zain Lepas Album Terbaru Bertajuk Back To You

Jakarta - Setelah sepuluh tahun, Maher Zain akhirnya merilis...

Rute Alternatif dan Titik Parkir saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Rasuna Said

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan Hari...

Resmikan Gedung Dispora, Pramono Anung Targetkan Atlet Jakarta Raih Juara PON

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan fasilitas...

Pemprov DKI Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah, Demi Masa Depan Jakarta

Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak warga...

Pameran Budaya Pancasila 2026 Resmi Digelar, Kapolda Sulbar Tekankan Persatuan dalam Keberagaman

Mamuju, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat...

Anak Balita di Langkat Dipukuli dan Diikat Ayah Tiri

Langkat, Opsi.id – Anak perempuan berusia 4 tahun menjadi...

Berita Terbaru

Popular Categories