JAKARTA, Opsi.id – Pesta Babi menjadi perbincangan hangat publik setelah sejumlah agenda nonton bareng (nobar) film tersebut dibubarkan di beberapa kampus.
Film dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat kisah masyarakat adat di Papua Selatan di tengah ekspansi proyek pangan dan energi berskala besar.
Film ini mengikuti kehidupan warga adat yang bergantung pada hutan, sungai, dan tanah leluhur untuk bertahan hidup.
Namun kehidupan mereka berubah ketika proyek pembukaan lahan besar-besaran masuk dan mengubah kawasan hutan menjadi area industri pangan serta bioenergi.
Judul Pesta Babi sendiri merujuk pada tradisi penting masyarakat Papua.
BACA JUGA: Hadirkan Aksi Derby Romero, Film Ikatan Darah Siap Tayang 30 April 2026
Dalam budaya setempat, pesta babi menjadi simbol kebersamaan, identitas, dan hubungan sosial antarwarga.

Namun dalam dokumenter ini, tradisi tersebut digambarkan perlahan terancam akibat perubahan lingkungan dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat.
Sepanjang film, penonton diperlihatkan benturan antara pembangunan, kepentingan investasi, dan perjuangan warga mempertahankan tanah adat mereka.
Dokumenter ini juga menyoroti dampak deforestasi, konflik agraria, tekanan sosial, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan generasi mereka.
Selain menggambarkan situasi di lapangan, film tersebut menghadirkan suara masyarakat adat Papua yang selama ini dinilai jarang mendapat ruang dalam diskusi nasional terkait pembangunan di wilayah timur Indonesia.


