Labuhanbatu Selatan, Opsi.id — Sebuah pesan WhatsApp yang belum terbukti kebenarannya berujung pada hilangnya nyawa seorang remaja.
Wahyudi Kurniawan (18), warga Dusun Kandang Motor Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, tewas ditikam oleh sepasang bapak dan anak, Kamis (14/5/2026).
Berawal dari Tuduhan Chat Senonoh
Pelaku, Suprayetno (36) dan anaknya Suprastio, mendatangi korban dengan satu tujuan: mempertanyakan pesan yang diduga bermuatan tidak senonoh yang dikirim kepada anak perempuan Suprayetno melalui WhatsApp.
Namun korban membantah keras tuduhan itu.
“Kedua pelaku menanyakan maksud tujuan korban mengirim pesan berisi diduga senonoh lewat WhatsApp,” ujar Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Guru Singa, Minggu (17/5/2026).
Bantahan korban memicu pertengkaran yang berujung adu fisik antara Suprastio dan Wahyudi.
Ketika anaknya mulai kalah tenaga, sang ayah turun tangan — mencabut sebilah pisau dan menghujamkannya ke bagian atas pinggang korban.
Baca juga: Polisi Ungkap Motif Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara
Wahyudi terjatuh bersimbah darah di tengah jalan. Nyawanya tidak tertolong.


