Hujan deras memicu tanah longsor di kawasan perbukitan labil. Yasine Gulo dan Sariman Gulo belum ditemukan lebih dari dua jam setelah kejadian.
Situasi Terkini: Tim gabungan TNI-Polri dan BPBD Tapanuli Selatan tengah melakukan pencarian manual menggunakan cangkul, linggis, dan tali.
Akses alat berat ke lokasi terhalang jalan sempit dan licin. Kondisi tanah di sekitar titik longsor masih labil.
Tapsel, Opsi.id – Bencana tanah longsor menerjang Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (18/5/2026) sore.
Dua warga dilaporkan hilang tertimbun material tanah, batu, dan pepohonan yang meluluhlantakkan kawasan perbukitan setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.
Korban diidentifikasi sebagai Yasine Gulo dan Sariman Gulo.
Tragedi bermula sekitar pukul 18.00 WIB. Air mulai merembes masuk ke rumah keluarga Gulo yang berdiri di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah labil.
Sang anak, Sariman Gulo, memutuskan untuk memeriksa saluran air di belakang rumah — sekitar 50 meter dari bangunan utama — demi mencegah air meluap ke dalam rumah.
Tidak berapa lama, sang ibu, Yasine Gulo, menyusul untuk membantu.
“Abang duluan yang pergi. Tidak berapa lama ibu menyusul. Aku lihat mereka ke arah belakang rumah buat beresin air yang masuk.”
— Viki Gulo, anak bungsu korban
Sekitar 15 menit kemudian, suara gemuruh dahsyat menggelegar dari arah perbukitan.
Material tanah, batu-batuan besar, dan batang-batang pohon besar meluncur deras, menimbun seluruh area di sekitar saluran air tempat kedua korban berada.
Baca juga: Pemerintah Salurkan Bantuan Rumah untuk Korban Bencana Tapteng
Viki Gulo yang menyaksikan dari dalam rumah langsung berteriak memanggil ibu dan kakaknya — namun tak ada jawaban.
Dua jam berlalu tanpa kabar. Kekhawatiran keluarga kian memuncak.


