Sekretaris Komisi A DPRD DKI Mujiyono Buka-bukaan soal Indikator Keberhasilan Pengelolaan Keuangan Daerah

Jakarta – Sekretaris Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Mujiyono buka-bukaan perihal indikator keberhasilan pengelolaan keuangan daerah.

‎Mujiyono mengungkapkan hal tersebut usai melaksanakan Rapat Kerja Komisi A DPRD DKI Jakarta dalam rangka Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027, di Gedung DPRD DKI pada Rabu, 20 Mei 2026.

‎Di dalam forum tersebut turut disinggung cash flow atau arus kas Dana Bagi Hasil (DBH). Di sisi bersamaan, Mujiyono menerangkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) prinsipnya ialah neraca berimbang.

‎”Jadi, pengeluarannya berapa, pendapatannya juga harus berapa. Ini berbeda dengan yang ada di swasta,” kata Mujiyono kepada wartawan pada Rabu, 20 Mei 2026.

‎Menurut politisi Partai Demokrat itu, dalam hal ini APBD bersifat cash flow.

‎”Bukan sesuatu yang sudah terjadi, tapi perkiraan. Karena itu harus akurat. Jadi, estimasi cash flow-nya harus punya tingkat akurasi tinggi,” kata dia.

‎Salah satu contoh arus kas ialah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai pemasukan bagi Pemprov DKI Jakarta.

‎”PAD jangan sampai meleset jauh. Kemudian dana perimbangan melalui DBH juga jangan meleset jauh. Itu yang kemudian menjadi acuan keberhasilan pengelolaan keuangan daerah,” kata Mujiyono.

‎Ia pun tidak mengesampingkan pentingnya peran dari tim lobi agar APBD tidak mengalami defisit. Sebab, APBD turut memengaruhi jalan atau tidak berjalannya program-program pemerintah.

‎”Iya, karena anggaran APBD itu politik anggaran. Pelaku-pelaku yang ada di Anggar, Banggar, dan seterusnya itu lahir dari proses politik. Jadi, itu bisa dilobi dan bisa dilakukan. Paling tidak jangan sampai telat. Besarannya pun bahkan bisa,” ujar Mujiyono.

‎Ia menambahkan, berkaitan dengan RKPD Komisi A DPRD DKI ini akan berlanjut pada Senin, 25 Mei 2026, pekan depan.

‎”Ya, ini rapat RKPD hari pertama. Nanti akan dilanjutkan tanggal 25 Mei 2026 untuk menyelesaikan pembahasan dari 22 SKPD yang menjadi mitra Komisi A,” kata Mujiyono. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Isu Viral di Indonesia Awal Mei 2026: dari Aksi Buruh hingga Tren TikTok

Jakarta, Opsi.id – Memasuki awal Mei 2026, berbagai isu...

PHK Dinilai karena Efisiensi, Lion Air Grup Wajib Bayar Pesangon Rp 2,3 Miliar kepada 9 Teknisi

Jakarta - Perjuangan hukum yang ditempuh sembilan teknisi maskapai...

Forum Pemuda Mamasa Soroti Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Terpencil

Mamasa, OPSI.ID - Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas)bRabu, 20...

Turnamen Antar SD di Mamuju Jadi Langkah Penguatan Sepakbola Usia Dini

Mamuju, OPSI.ID - Ketua PSSI Mamuju, Febrianto Wijaya, menegaskan...

Tiga Warna Media Network Gelar Forum Edukatif Kelola Uang di Tengah Dinamika Global

Makassar, OPSI.ID - Di tengah dinamika ekonomi global yang...

Prabowo Kenang Bantuan Megawati: “Kalau Prabowo Menang Tender, Jangan Diganggu”

Presiden Prabowo Subianto mengungkap momen ketika dirinya masih "lontang...

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Sarang Narkoba, Pengendali Kabur — Praktisi Hukum Curiga Ada ‘Kongkalikong’

MEDAN, Opsi.id  — Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan menggerebek lokasi...

Berita Terbaru

Popular Categories