Lima Warga Sipil Tewas di Dogiyai, LBH Papua Desak Komnas HAM Tetapkan Sebagai Pelanggaran HAM Berat

  • Hampir dua bulan berlalu sejak peristiwa berdarah 31 Maret 2026 di Kabupaten Dogiyai, Papua.
  • Lima warga sipil tewas ditembak, termasuk seorang anak dan seorang lansia. Namun hingga kini, Komnas HAM RI belum mengambil satu langkah pun.

Jayapura, Opsi.id — LBH Papua mendesak Komnas HAM agar segera menetapkan peristiwa 31 Maret 2026 di Kabupaten Dogiyai sebagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia berat.

Desakan itu muncul setelah hampir dua bulan berlalu tanpa ada tindakan penyelidikan apa pun dari lembaga negara yang berwenang.

Peristiwa bermula dari ditemukannya mayat seorang aparat keamanan berinisial JE di Kabupaten Dogiyai pada hari yang sama.

Pasca penemuan tersebut, aparat keamanan melakukan operasi penyisiran di sejumlah wilayah.

Baca juga: Rumah Solidaritas Papua: Pelanggaran HAM di Papua Meningkat, Hentikan Operasi Militer

Yang terjadi selanjutnya, menurut LBH Papua, adalah rangkaian kekerasan yang mengarah langsung pada warga sipil.

Delapan Tertembak, Lima Meninggal

Berdasarkan alat bukti elektronik berupa foto dan video yang beredar di media sosial, LBH Papua mencatat sedikitnya 8 warga sipil menjadi korban penembakan dalam peristiwa itu.

Lima di antaranya meninggal dunia, termasuk seorang anak dan seorang lansia. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka, salah satunya juga seorang anak.

Kekerasan tidak berhenti pada korban jiwa. Kendaraan milik warga dibakar, dan banyak warga dilaporkan melarikan diri ke hutan karena ketakutan akan serangan lanjutan.

Salah satu korban, menurut dokumen LBH Papua, adalah seorang ibu yang tertembak di dalam dapurnya sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Daftar Harga Tiket Konser Guns N’ Roses Jakarta 2026 Sesuai Kategori

Jakarta - Guns N' Roses akan kembali mengguncang Jakarta...

DWP 2026 Menghitung Hari, Tiket Presale Resmi Dibuka

Jakarta - Keriaan Djakarta Warehouse Project (DWP) kembali hadir,...

Ekonom Kritik Koperasi Desa Merah Putih: Bangun Gedung Dulu, Bisnisnya Belum Jelas

Jakarta – Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang...

‎Pemprov DKI Segera Terbitkan Obligasi Daerah Senilai Rp3,5 Triliun, Ini Alasan Pramono Anung

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan...

Negeri Batu Bara, Rakyat Gelap Gulita

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Fraksi PSI DKI Jakarta Perjuangkan Isu Kesehatan Mental di Ranperda Siskesda

Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Khusus Ibukota (DKI)...

Rinna Suryanti Apresiasi Kinerja Polres Cirebon Kota, Harap Polri Kian Dicintai Masyarakat

Cirebon – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli...

567 Ribu Pelanggan Naik MRT saat Tarif Rp1 HUT Jakarta ke-499

Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat sekitar 567.633...

Berita Terbaru

Popular Categories