Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Hardiyanto Kenneth tengah menjadi sorotan dalam dugaan keterlibatannya di insiden penerobosan jalur Transjakarta dan bersitegang memaki-maki polisi di Pesing, Jakarta Barat, Jumat, 3 Juli 2026 lalu.
Kenneth diketahui telah menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode pelaporan 2025 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam laporannya, Kenneth tercatat masih memiliki utang piutang sebesar Rp5 miliar.
Data yang tercantum dalam dokumen pengumuman LHKPN menunjukkan, laporan tersebut disampaikan pada 26 Maret 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap.
Adapun aset terbesar Hardiyanto Kenneth berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp15.364.318.984, disusul tanah dan bangunan senilai Rp4.072.000.000. Rinciannya berupa dua bidang tanah dan bangunan masing-masing seluas 146 meter persegi di Jakarta Barat, yang diperoleh dari hasil sendiri dengan nilai masing-masing Rp3.050.000.000 dan Rp1.022.000.000.
Sebagai anggota dewan, ia mengakui punya kendaraan roda empat. Hardiyanto Kenneth melaporkan atas kepemilikan dua unit Toyota Kijang Innova Zenix tahun 2024, masing-masing berwarna abu-abu dan putih. Total nilai kedua kendaraan tersebut mencapai Rp874.000.000.
Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp929.063.949, serta harta lainnya senilai Rp33.607.387. Namun, Kenneth tercatat memiliki utang Rp5.000.000.000 atau Rp5 miliar.
Sebelum dikurangi utang, total aset yang dilaporkan mencapai Rp21.272.990.320.
Setelah dikurangi utang, total harta kekayaan bersih Hardiyanto Kenneth tercatat sebesar Rp16.272.990.320.
”Total kekayaan bersih Hardiyanto Kenneth Rp16.272.990.320, di luar utang Rp5 miliar,” demikian dikutip dari situs KPK pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kontroversi Terobos Jalur Transjakarta dan Maki Polisi, Bakal Diperiksa BK DPRD DKI
Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta menelusuri dugaan keterlibatan anggota Komisi C DPRD DKI Hardiyanto Kenneth dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), dalam insiden penerobosan jalur Transjakarta dan bersitegang memaki polisi di Pesing, Jakarta Barat, Jumat, 3 Juli 2026.
Ketua BK DPRD DKI Jakarta Yudha Permana mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih memverifikasi identitas pengendara yang mengaku sebagai anggota dewan tersebut.
“Ada foto oknum yang mengaku anggota dewan. Kami investigasi dulu untuk memastikan identitasnya,” ujar politisi Partai Gerindra itu, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.
Pengendara berinisial HK diduga menerobos jalur Transjakarta dan sempat memaki petugas kepolisian yang sedang mengatur lalu lintas.
Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat AKP Muhammad Ilham mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua pihak bertemu dan saling memaafkan.
“Sudah ditangani, kedua pihak sepakat damai. Yang bersangkutan juga menunjukkan iktikad baik dengan menemui anggota kami,” kata Ilham.
Meski demikian, ia memastikan proses internal di kepolisian masih berjalan.
Maka itu, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan setelah laporan disampaikan ke Dirlantas Polda Metro Jaya.
“Kami tunggu petunjuk pimpinan untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan polisi, kejadian bermula sekitar pukul 17.45 WIB saat lalu lintas padat. Petugas Satlantas bersama TNI menutup sementara jalur Transjakarta dengan water barrier untuk rekayasa lalu lintas.
Saat itu, pengendara meminta agar pembatas dibuka. Namun, ditolak karena jalur sedang ditutup. Pengendara yang diduga mengaku sebagai anggota dewan itu lantas diduga pula tetap memaksa masuk ke jalur Transjakarta hingga terjadi adu mulut dengan petugas.
Setelah sempat meninggalkan lokasi, yang bersangkutan kembali dan cekcok kembali terjadi. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya diredam petugas. []

