JAKARTA, Opsi.id – Krisis kepemimpinan di tubuh FIFA semakin memanas setelah Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) secara terbuka mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino mengundurkan diri.
Desakan itu muncul menyusul kegagalannya menjalankan rencana penjualan kepemilikan sebagian ajang Piala Dunia kepada investor swasta.
Presiden NFF, Lise Klaveness, menilai Infantino telah kehilangan kepercayaan yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi sepak bola dunia di tengah situasi yang semakin kompleks.
“Gianni Infantino tidak lagi memiliki kepercayaan institusional yang dibutuhkan untuk memimpin FIFA secara stabil. Tidak ada jalan kembali. Kami meminta Presiden FIFA mengundurkan diri,” ujar Klaveness, dikutip dari BBC, Jumat (7/8/2026).
Norwegia menjadi federasi pertama yang secara tegas meminta Infantino mundur.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Wales, Kroasia, dan Albania telah menarik dukungan terhadap Infantino, tetapi belum secara eksplisit meminta pengunduran dirinya.
Klaveness juga mengungkapkan sejumlah persoalan yang selama ini dipertanyakan Norwegia kepada FIFA, mulai dari proses penunjukan tuan rumah turnamen, pemberian FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga pencabutan sanksi terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun setelah adanya komunikasi dari Trump.
Di sisi lain, dukungan terhadap Infantino masih datang dari sejumlah negara.
Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) menyatakan tetap mendukung kepemimpinan Infantino meski konfederasi kawasan mereka, Concacaf, mengkritik tata kelola FIFA.
FMF menilai Infantino masih berperan penting dalam mendorong pengembangan sepak bola dunia melalui penguatan kelembagaan.
Meksiko juga menegaskan tidak akan mendukung upaya pemberhentian Presiden FIFA di luar mekanisme resmi yang melibatkan seluruh 211 anggota FIFA.

