Sikap serupa juga disampaikan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) dan Federasi Sepak Bola Argentina.
Argentina bahkan memuji Infantino karena dinilai mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang terjadi, serta menyebut kepemimpinannya selama satu dekade berfokus pada pengembangan sepak bola dunia dan tata kelola organisasi yang lebih kuat.
Sementara itu, UEFA tetap bersikukuh kehilangan kepercayaan terhadap Infantino.
Organisasi sepak bola Eropa itu bahkan menyatakan boikot terhadap Piala Dunia masih menjadi opsi apabila FIFA tidak memberikan jaminan bahwa upaya serupa tidak akan terulang.
Sebelumnya, Infantino menawarkan investasi swasta melalui anak perusahaan FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola sebagian hak komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.
Proposal tersebut memicu penolakan luas dari sejumlah konfederasi sebelum akhirnya dibatalkan.
Meski FIFA mengakui terdapat kesalahan dalam proses penyusunan proposal tersebut, tekanan terhadap Infantino belum mereda.
Sejumlah federasi dan konfederasi kini menilai tata kelola FIFA membutuhkan perubahan besar demi menjaga transparansi dan independensi organisasi. []
Baca juga: UEFA Resmi Boikot Kompetisi FIFA, Piala Dunia Terancam
Baca juga: Infantino Buka Peluang Piala Dunia Diikuti 64 Negara, FIFA Akan Kaji Usai Turnamen 2026
Baca juga: FIFA Tangguhkan Skorsing Balogun, Striker AS Bisa Hadapi Belgia di 16 Besar

