Jakarta – Industri musik Indonesia kembali kedatangan karya baru yang menarik perhatian publik. Penyanyi muda Alika Shafira resmi merilis Extended Play (EP) bertajuk “Tentang Diriku” di bawah naungan MDG Productions.
Keputusan Alika untuk merilis mini album berisi tujuh lagu sekaligus dinilai sebagai langkah berani, mengingat banyak penyanyi muda biasanya memilih merilis single satu per satu.
Alika menjelaskan alasan di balik keputusannya. “Lagu perlagu di EP saya punya benang merah. Jadi pas banget kalau saya rilis sekalian tujuh lagu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa EP ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah karya yang memiliki keterhubungan tema dan narasi.
Sebelumnya, Alika telah mencuri perhatian melalui single debut “Kita Berbeda” yang mendekati 100.000 stream di Spotify. Kesuksesan tersebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh dengan EP Tentang Diriku.
Dari tujuh lagu yang ada, single “Belum Waktunya Jatuh Cinta” dipilih sebagai fokus track. Lagu ini digarap oleh komposer Bemby Noor, dengan lirik ditulis oleh Anggi Anggoro serta aransemen musik oleh Anggi Anggoro dan Jeremy Poetiray.
Berbeda dari lagu pop kebanyakan yang identik dengan kisah cinta manis atau patah hati dramatis, Alika menghadirkan tema yang lebih dekat dengan realitas generasi muda: ketakutan membuka hati kembali.
“Tidak semua orang siap untuk jatuh cinta lagi, terutama ketika proses penyembuhan diri belum tuntas,” jelas Alika.
Nuansa musikal dalam “Belum Waktunya Jatuh Cinta” terasa hangat, intim, dan sinematik. Aransemen lembut berpadu dengan karakter vokal khas Alika menjadikan lagu ini seperti teman bagi mereka yang sedang belajar menerima diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu.
Kekuatan EP Tentang Diriku juga terletak pada deretan nama besar yang terlibat dalam proses kreatifnya. Selain Bemby Noor, proyek ini turut melibatkan musisi kondang seperti Ferdy Tahier dari Element, Icha Aji dari Jikustik, serta Iyas Pras.
Kontribusi juga datang dari Anggi Anggoro, Ivan Alidiyan, Sony Adrian, hingga karya terakhir mendiang Ferdinand Pardosi.
Proses produksi digarap dengan serius. Rekaman vokal dilakukan di Backbeat Studio Jakarta dengan pendampingan vocal producer Ebby, sementara mixing dan mastering ditangani langsung oleh Anggi Anggoro.
Sejak dirilis, EP “Tentang Diriku” mendapat respons positif dari penikmat musik. Banyak yang memuji keberanian Alika menyuguhkan tema yang lebih emosional, dewasa, namun tetap relevan dengan keresahan generasi muda.
“Alika berhasil menghadirkan karya yang bukan sekadar album, melainkan ruang refleksi bagi pendengarnya,” kata seorang pengamat musik.
Dengan citra remaja berhijab yang positif, karya yang family-friendly, serta karakter musikal yang hangat, Alika Shafira berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di industri musik Indonesia.
Kini, seluruh lagu dalam EP “Tentang Diriku” sudah dapat dinikmati melalui berbagai layanan streaming digital.
Keberanian Alika merilis mini album di usia muda menjadi bukti bahwa generasi baru musisi Indonesia siap menghadirkan karya yang autentik dan relevan dengan kehidupan pendengarnya. []


