Kembali Hanya untuk Pergi Lagi
Allegri, 58 tahun, baru menjalani musim keduanya dalam periode kedua bersama Rossoneri setelah kembali pada Mei tahun lalu menggantikan Sergio Conceicao.
Ia sebenarnya bukan nama asing bagi San Siro. Allegri sebelumnya menukangi Milan antara 2010 hingga 2014, menorehkan gelar Scudetto pada musim 2010-11 dan Italian Super Cup musim berikutnya — pencapaian yang menjadi alasan utama kepulangannya ke Milan tahun lalu.
Namun musim ini menjadi mimpi buruk di penghujungnya. Milan kalah dalam tujuh dari 13 pertandingan terakhir mereka, ambruk tepat di saat gelar juara sedang diperbutkan.
Di sisi lain, rival sekota Inter Milan justru merayakan gelar Scudetto kedua mereka dalam tiga musim terakhir.
Babak Baru Tanpa Kepastian
Dengan hengkangnya Allegri beserta seluruh jajaran pimpinan teknis dan operasional, AC Milan kini menghadapi musim panas yang penuh ketidakpastian.
Baca juga: Bosnia, Ceko, Swedia, dan Turki Lolos Piala Dunia 2026, Italia Menangis
Klub butuh pemimpin baru — di lapangan maupun di balik meja — untuk memulihkan ambisi yang tercecer di penghujung musim ini.
Siapa penerus Allegri di kursi pelatih Milan masih belum diumumkan. []


