Usulan itu muncul setelah insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Arifah menyampaikan usulan tersebut usai meninjau kondisi korban, khususnya penumpang di gerbong wanita yang berada di ujung rangkaian dan terdampak langsung akibat tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
“Tadi kalau kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan.
Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026).
BACA: Menhub: Korban Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Capai 106 Orang
Ia menilai posisi ujung depan dan belakang rangkaian kereta lebih berisiko saat terjadi kecelakaan.
Karena itu, menurut dia, bagian tersebut sebaiknya diisi penumpang umum atau laki-laki untuk meminimalkan fatalitas pada kelompok rentan.
“Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ucapnya. []


