Rivalitas Jangan Berujung Kekerasan
Insiden yang menimpa rombongan Persib U-18 patut disesalkan. Segala bentuk penyerangan, kekerasan fisik, perusakan, dan dugaan penjarahan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
Kasus ini diharapkan dapat ditangani secara profesional melalui proses hukum yang berlaku.
Aparat penegak hukum perlu mengusut dugaan tindak pidana tersebut berdasarkan bukti dan fakta di lapangan, sementara otoritas sepak bola dapat menilai aspek disiplin sesuai kewenangannya.
Jangan sampai perjuangan para pemain di lapangan dirusak oleh tindakan oknum di luar lapangan.
Rivalitas dalam sepak bola semestinya tetap menjunjung tinggi sportivitas, keamanan, dan rasa saling menghormati. []


