Jakarta – Penampilan grup band metalcore asal Kanada, Counterparts, di panggung Hammersonic Festival 2026 pada Sabtu malam di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk, Tangerang, Banten, berlangsung penuh intensitas.
Sejak awal, penonton langsung larut dalam musik cepat dan agresif yang mereka suguhkan, membentuk mosh pit dan circle pit yang terus berputar sepanjang pertunjukan.
Deretan lagu yang dibawakan termasuk “A Wings of Nightmares” dari album Nothing Left to Love (2019), “Paradise and Plague” dari A Eulogy for Those Still Here (2022), serta nomor lain seperti “With Loving Arms Disfigured”, “To Hear of War”, “No Lamb Was Lost”, “A Martyr Left Alive”, dan “Whispers of Death”.
Intensitas musik mereka membuat penonton tak berhenti bergerak, menjadikan malam itu salah satu momen paling berkesan di festival musik rock dan metal terbesar Asia Tenggara.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada musik keras yang mereka bawakan. Vokalis Brendan Murphy mencuri sorotan dengan gaya uniknya, ia tampil mengenakan kaos bergambar Dahyun, salah satu anggota grup K-pop populer TWICE.
Kontras antara musik metalcore yang brutal dengan simbol K-pop yang manis dan ceria membuat penampilannya menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.
Murphy memang dikenal memiliki ketertarikan terhadap budaya K-pop. Ia pernah menuliskan di akun media sosialnya kalimat yang viral di kalangan penggemar.
“give dahyun a grammy for being so cute,” tulisnya saat itu.
Dengan mengenakan kaos Dahyun di panggung Hammersonic, Murphy seolah menegaskan kembali kecintaannya terhadap K-pop, sekaligus menunjukkan sisi personal yang berbeda dari citra keras musik metalcore.
Di sela penampilan, Murphy menyampaikan apresiasi kepada penonton. “Terima kasih, kami sangat mengapresiasi kehadiran kalian di sini. Kami masih punya banyak yang akan ditampilkan,” ujarnya. Kehangatan ucapan itu berpadu dengan gaya uniknya, membuat penampilan Counterparts terasa lebih dekat dan personal bagi audiens.
Hammersonic Festival yang telah digelar sejak 2012 kembali menghadirkan energi besar dengan tema “Decade of Dominion”. Meski beberapa musisi internasional batal tampil, kehadiran Counterparts berhasil menjaga semangat festival tetap membara. Dan dengan aksi panggung Brendan Murphy yang tak biasa, Hammersonic 2026 mencatat momen unik di mana dunia metalcore bertemu dengan budaya K-pop.
Penampilan ini menjadi bukti bahwa musik lintas genre dan budaya bisa saling bertemu di satu panggung. Counterparts tetap menghadirkan musik keras penuh agresi, sementara Murphy menunjukkan bahwa kecintaan terhadap K-pop bisa berjalan berdampingan dengan identitas metalcore.
Perpaduan tak terduga ini menjadikan penampilan mereka di Hammersonic Festival 2026 bukan hanya berkesan secara musikal, tetapi juga menjadi simbol keberagaman ekspresi dalam dunia musik global. []

