Pdt Mardison yang juga Wakil Ketua Pengurus CUM Talenta mengatakan, kehadiran SETASI diharapkan menjadi wadah perjuangan petani.
“Untuk memperoleh hak-haknya, mulai dari akses permodalan, benih, sarana produksi, hingga perlindungan harga komoditas pertanian,” kata Pdt Mardison.
Dialog Publik
Dalam rangkaian perayaan dua dekade CUM Talenta, organisasi tersebut juga akan menggelar dialog publik.
Bertema “Perubahan Iklim dan Upaya Mendorong Lahirnya Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Simalungun.”
Dialog itu ditargetkan menghasilkan policy brief yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Simalungun agar isu perlindungan petani masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Prioritas Tahun 2027.
CUM Talenta didirikan oleh 16 pendeta GKPS di Saribudolok pada 16 Januari 2007 sebagai respons terhadap persoalan permodalan yang dihadapi jemaat.
Dalam perkembangannya, organisasi ini telah memperluas pelayanan ke Pematangsiantar, Deli Serdang, Medan, Pekanbaru, dan Kepulauan Riau.
Selama hampir dua dekade, CUM Talenta fokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan sosial kemasyarakatan.
Baca juga: APBD Simalungun Rp1,5 Miliar Diguyur untuk Bangun SPPG Polres Tuai Sorotan
Kini, melalui transformasi menjadi perhimpunan, organisasi tersebut memperluas kiprahnya ke bidang penguatan organisasi rakyat, advokasi agraria, dan lingkungan hidup.
Puncak perayaan 20 tahun CUM Talenta dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Dengan agenda ibadah syukur, deklarasi Serikat Tani Simalungun (SETASI), pameran hasil pertanian dan UMKM, serta pagelaran budaya tradisional dan kontemporer yang ditargetkan dihadiri sekitar 12.000 anggota. []


