Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ny. Riama Audi Murphy O. Sitorus, Karmila Karo dari Badan Pelestari Kebudayaan, perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, mentor Manajemen Talenta Nasional (MTN) Benny Arnas beserta istri.
Pengurus Toba Gracia Raya Tonggo Robby Pardede, perwakilan Batak Center, Piltik Siborongborong, Sebastian Hutabarat, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jajaran Pemerintah Kabupaten Toba, akademisi, pegiat literasi, serta ratusan peserta.
Ketua Panitia Balige Writers Festival 2026, Tansiswo M. Siagian, mengatakan BWF terus berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi penulis, budayawan, seniman, dan masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia juga membacakan esai berjudul “Marsirimpa” yang mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan kerja sama, kejujuran, dan keterbukaan dalam membangun kehidupan bersama.
Baca juga: Luhut: Kemiskinan Tak Boleh Jadi Alasan Berhenti Belajar, Anak Tepi Danau Toba Bisa Mendunia
Sementara itu, Pengurus Toba Gracia Raya, Tonggo Robby Pardede, mengisahkan perjalanan festival yang bermula dari Festival Literasi Balige hingga berkembang menjadi Balige Writers Festival yang kini memasuki tahun kelima penyelenggaraan.
Salah satu agenda utama BWF 2026 ialah peluncuran dan diskusi buku Tak Ada Na Niarsik Sempurna Hari Ini, antologi cerpen hasil pembinaan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Kementerian Kebudayaan RI.
Buku tersebut merupakan karya sembilan penulis yang mengikuti pelatihan intensif bersama Benny Arnas, mentor MTN sekaligus sastrawan nasional.
Selain mengasah kemampuan teknis menulis, Benny juga mendorong para peserta menggali kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi dalam berkarya.
Kesembilan penulis dalam antologi tersebut ialah Fitriya Ningrum, Nanda Winar Sagita, Pringadi Abdi Surya, Sri Yuni Dame Hutajulu, Gisti Kartika, Wendy Fermana Putra, Haryadi Yansyah, Valentine Sanarima Gulo, dan Hotpangidoan Panjaitan.
Balige Writers Festival 2026 berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari diskusi sastra, peluncuran dan bedah buku, workshop kepenulisan, kelas budaya, pameran seni rupa, pameran buku, promosi destinasi wisata, bazar kuliner khas Toba, hingga pameran produk UMKM.
Festival ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Manajemen Talenta Nasional (MTN), Akademi Sastra Toba, Toba Gracia Raya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, PT Inalum, Institut Teknologi Del, serta berbagai mitra lainnya.
Melalui penyelenggaraan BWF 2026, diharapkan semakin banyak penulis muda berbakat lahir dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Toba sebagai salah satu pusat literasi, sastra, budaya, dan pariwisata di Indonesia. []
Penulis: Andrey Gromiko Simatupang

