Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi potensi El Nino atau kemarau panjang 2026, termasuk menjaga ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan menghadapi krisis air yang berpotensi mengganggu sektor pertanian kota.
Ia menyebutkan, upaya mitigasi yang dilakukan antara lain menginisiasi gerakan menanam tanaman pangan alternatif sebagai pengganti beras, serta memanfaatkan lahan idle milik Pemprov DKI untuk ditanami komoditas produktif seperti tanaman pangan dan hortikultura.
Selain itu, kata dia, Pemprov juga mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia, seperti embung, waduk, dan sungai, serta memperkuat jaringan irigasi perkotaan dan drainase.
Adapun pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem turut menjadi fokus, disertai dengan pemberian fasilitasi sarana pendukung pertanian bagi masyarakat.
Dalam menghadapi keterbatasan air, Hasudungan menjelaskan, pihaknya mendorong pemanfaatan teknologi pertanian perkotaan yang efisien, seperti hidroponik, vertikultur, dan vertiminaponik. Sistem ini dinilai mampu menjawab tantangan lahan sempit dan keterbatasan air di Jakarta.
“Pertanian hidroponik menjadi solusi karena menggunakan air sebagai media tanam yang dicampur nutrisi dan dialirkan secara presisi ke tanaman. Model ini sangat cocok untuk kondisi perkotaan dengan keterbatasan lahan dan air,” ujarnya dalam keterangan resmi Selasa, 21 April 2026.
Lebih lanjut Dinas KPKP juga mendorong pemanfaatan sumber air alternatif, seperti air hujan dan air buangan pendingin ruangan (AC).
Menurut dia, air AC aman digunakan untuk tanaman karena tidak mengandung klorin dan memiliki tingkat partikel terlarut yang rendah sehingga mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah pembangunan dan revitalisasi sumur resapan guna meningkatkan cadangan air tanah.
”Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta optimistis mampu menjaga keberlangsungan pertanian perkotaan di tengah ancaman kemarau panjang,” katanya.




