Dosen UGM: Kekerasan di Wadas Persis Tragedi Kedung Ombo era Soeharto

Jakarta – Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Herlambang P. Wiratman berpendapat, kekerasan dan intimidasi yang menimpa warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Jawa Tengah mirip dengan tragedi Kedung Ombo era Soeharto. Bedanya, kali ini ada serangan siber dan intimidasi menimpa akademisi, aktivis, dan jurnalis.

Wiratman menilai penangkapan 67 warga dan pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta di Wadas mirip dengan cara rezim Orde Baru dalam pembangunan Waduk Kedung Ombo. Insiden mengerikan itu terjadi pada 1980-1991 di Kabupaten Boyolali, Grobogan, dan Sragen.

Kala itu, pemerintah rezim Soeharto melancarkan kekerasan, teror, dan intimidasi terhadap warga yang menolak proyek itu.

Baca juga: Polisi Tangkap Warga Wadas, Fadli Zon: Sebenarnya Pembangunan Ini untuk Siapa?

“Persis di Kedung Ombo dan waduk Nipah,” kata dia saat dihubungi wartawan, dikutip Opsi, Senin, 14 Februari 2022.

Menurut dia, penangkapan warga dan pengacara publik LBH Yogyakarta itu termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) kategori kejahatan kemanusiaan, karena melibatkan aparatur negara secara sistematis.

Kata dia, ada komando untuk memadamkan listrik, memperlambat akses internet, meneror aktivis HAM, aktivis, akademisi melalui serangan siber. Di sisi bersamaan, ada juga serangan dan intimidasi terhadap jurnalis. Herlambang mengaku telah mendengar rencana pengerahan pasukan polisi untuk pengukuran lahan sehari sebelumnya.

Menurut dia, pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pengerahan polisi yang berlebihan itu hingga menyebabkan intimidasi dan kekerasan menimpa warga Wadas adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kapolda Jawa Tengah.

Baca juga: KontraS Kecam Penyerbuan dan Kriminalisasi Polisi ke Warga Desa Wadas

Proyek Bendungan Bener yang akan menggunakan batuan andesit sejak awal bermasalah karena tidak mengantongi izin analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL.

Bila proyek itu tetap dilanjutkan, maka menurut Herlambang telah terjadi otoritarianisme dan kemunduran demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, hal ini menandakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi beserta aparat hukum atas nama Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak berkomitmen pada konstitusi, yakni perlindungan hak dasar setiap warga negara.

Dia berpandangan, pemerintah Indonesia keliru mengelola negara hingga berdampak pada kejahatan kemanusiaan dan kerusakan lingkungan. Situasi ini jelas tidak sesuai dengan komitmen pemerintah di berbagai forum internasional, yaitu menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemaksaan pembangunan infrastruktur,” kata dia.

Sebelumnya, ratusan polisi mendatangi Desa Wadas pada Selasa, 8 Februari 2022. Mereka ke sana untuk mengawal pengukuran tanah yang akan dijadikan area penambangan batuan andesit. Batuan andesit ini akan menjadi material utama pembangunan Bendungan Bener.

Polisi malah menangkapi 67 warga Wadas yang sejak awal menolak rencana penambangan tersebut karena berpotensi merusak lingkungan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Pramono Anung Bakal Sebar Bansos, Alarm Keloyoan Ekonomi Warga Jakarta

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui adanya...

Antoine Griezmann: Cinta Atlético lebih berharga dari trofi apapun

Jakarta, Opsi.id - Antoine Griezmann menutup babak terakhirnya di...

Pemerintah Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei

Jakarta, OPSI.ID - Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar...

Wali Kota Wesly Tabuh Gonrang Simalungun Tandai Pembukaan Pesparawi GKPS Distrik I

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id  — Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, didampingi...

Pramono Anung Resmikan Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Seperti Ini Fasilitasnya

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung...

Kapolri Lantik Pejabat Utama Mabes Polri dan Empat Kapolda Baru

Jenderal Listyo Sigit Prabowo pimpin langsung pelantikan dan serah...

Tio Pakusadewo Dirawat di RS, Rekan Artis Berdatangan Jenguk

Jakarta, Opsi.id — Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan...

Berita Terbaru

Popular Categories