JAKARTA, Opsi.id – Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan audiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
DPRD NTT mendesak percepatan penanganan multi-bencana yang melanda wilayah kepulauan tersebut.
Delegasi DPRD NTT dipimpin Wakil Ketua Komisi V Winston Neil Rondo bersama sejumlah anggota dewan dan jajaran BPBD Provinsi NTT.
Mereka diterima Direktur BNPB Nelwan Harahap.
Winston menegaskan bahwa NTT saat ini menghadapi tekanan berat akibat perubahan iklim.
Yang memicu berbagai bencana, mulai dari kekeringan ekstrem, ancaman krisis pangan, gagal panen, hingga kematian ternak.
“Kami datang membawa kegelisahan masyarakat kepulauan. NTT hari ini bukan sekadar daerah rawan bencana biasa, melainkan wilayah multi-bencana yang butuh pendekatan khusus, bukan prosedur standar yang lambat,” tegas Winston.
Komisi V DPRD NTT menilai kekeringan yang terjadi telah berkembang menjadi ancaman kemanusiaan serius.
Banyak warga, khususnya di wilayah pedesaan dan kepulauan, harus menempuh jarak jauh demi memperoleh air bersih.
BACA JUGA: Komisi V DPRD NTT Temui Mensos, Bahas Empat Isu Sosial Mendesak
Karena itu, DPRD NTT mendesak BNPB segera menyalurkan bantuan infrastruktur darurat.
Berupa mobil tangki air, sumur bor, tandon desa, hingga penguatan sistem peringatan dini kekeringan.


