Dukung Jokowi Cabut Izin Usaha Perkebunan, GAMKI Minta Perusahaan di Jambi Dievaluasi

Jakarta – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengapresiasi langkah tegas Presiden Joko Widodo atau Jokowi atas pencabutan izin perusahaan tambang serta perkebunan yang telantar dan tidak aktif.

Sekretaris Bidang Kehutanan dan Lingkungan DPP GAMKI, Ardhian Sirait menilai langkah ini akan memberikan harapan baru bagi masyarakat dalam penataan dan pemanfaatan lahan, sehingga lebih tepat sasaran dari reforma agraria.

“GAMKI melihat langkah tegas Presiden Joko Widodo mencabut izin perusahaan-perusahaan tersebut merupakan sinyal kepada perusahaan lainnya agar tetap menjalankan usaha dengan baik, karena negara tidak segan mengambil langkah tegas,” kata Ardhian dalam keterangannya, Senin, 10 Januari 2022.

Lebih lanjut, dia juga menyorot pencabutan izin perusahaan di daerah Provinsi Jambi. Di mana hanya ada 7 perusahaan yang izinnya dicabut.

Pasalnya, sambung dia, banyak perusahaan perkebunan di Jambi yang mendapatkan izin dari pemerintah namun lahannya telantar.

“Sebaiknya pemerintah melakukan evaluasi untuk semua perusahaan yang ada di sana. Lalu hasil evaluasi tersebut diumumkan dan dibuka ke publik, perusahaan mana saja yang telah mematuhi regulasi yang berlaku, dan mana yang tidak,” ujarnya.

Ketua Caretaker DPD GAMKI Provinsi Jambi ini mengatakan, masyarakat Jambi perlu tahu dan menilai apakah perusahaan yang lolos dari evaluasi sesuai fakta di lapangan atau tidak.

Lantas dia mengingatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Tidak hanya kelengkapan administrasi, lanjutnya, pemerintah juga diharapkan mengevaluasi secara faktual.

Evaluasi faktual yang dimaksud Seperti, pengecekan terhadap perusahaan yang merambah hutan lindung atau tanah masyarakat yang dilakukan dengan berbagai macam modus.

Selain itu, kata dia, perusahaan yang tidak sesuai dengan izin prinsip yang diberikan.

“Contohnya izin yang diberikan hutan produksi, tapi yang ditanam malah kelapa sawit. Lalu apakah perusahaan tersebut ada konflik dengan masyarakat. Dan yang paling penting, jika ada perusahaan yang mengganggu satwa liat ataupun yang dilindungi,” tuturnya.

“Seperti gajah mati karena terkena pagar listrik. Tentu mereka harus juga untuk ditutup, karena kehadiran perusahaan harus menjaga ekosistem yang ada. Bukan menjadi ancaman bagi lingkungan hidup sekitar,” sambung dia.

Ardhian menegaskan, DPP GAMKI akan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dan Kementerian LHK untuk mengevaluasi secara faktual dan melakukan uji publik kepada seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Provinsi Jambi.

“Kami akan segera menyiapkan surat ini untuk dapat dikirimkan kepada Bapak Presiden Jokowi dan Ibu Menteri Siti Nurbaya,” ucap Ardhian Sirait.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Juicy Luicy Klarifikasi Polemik Batal Tampil di XYZ Liveground Batam

Jakarta - Polemik batal tampilnya grup musik Juicy Luicy...

Kondisi Siswa Korban MBG Bikin Khawatir, Gibran Bawa Dokter Pribadi dan Siapkan Rujukan Jakarta

KARO, Opsi.id  – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka...

Babak Terakhir Sengketa Dewas Tirta Uli: MA Tolak Kasasi Pemko, Syaiful Amin Lubis Menang

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id  — Perjalanan panjang sengketa pemberhentian Syaiful Amin...

Sambut HUT ke-81 KAI, 90 Ton Lokomotif Jadi Arena Adu Kekompakan di Cirebon

Cirebon – Pemandangan tak biasa terlihat di Depo Lokomotif Cirebon,...

Dua Perusahaan LPG di Sulsel Dipersoalkan, Ada Dugaan Dana Rp14 Miliar Tak Dipertanggungjawabkan

Makassar, OPSI.ID - Polemik internal terjadi di dua perusahaan...

Daftar Final Line Up Synchronize Fest 2026 Lengkap Sesuai Hari

Jakarta - Oktober 2026 akan menjadi bulan yang penuh...

Atiya Purnomo Persembahkan Lagu Sinarku Takkan Sirna

Jakarta - Di tengah semangat generasi muda Indonesia yang...

Berita Terbaru

Popular Categories