Jakarta – Musisi Indonesia dengan alter ego Lupakanluka kembali menorehkan karya terbaru lewat single berjudul “Tired”, yang dirilis pada April 2026. Lagu ini diproduseri oleh Pamungkas dan menghadirkan kolaborasi dengan Alikha Zia, menjadikannya sebuah karya yang sarat makna, reflektif, sekaligus intim.
Single “Tired” bukan sekadar lagu tentang kelelahan, melainkan sebuah refleksi tentang bagaimana kebaikan sering kali menuntut ketahanan. Lupakanluka membalut pesan tersebut dengan nuansa alternative R&B yang lembut, berpadu dengan karakter vokal rock mentah yang menjadi ciri khasnya.
Refleksi Emosional tentang Kelelahan dan Ketulusan
Lagu ini menggambarkan kelelahan yang sunyi—kelelahan dari seseorang yang terus berusaha berbuat baik. Meski dunia tidak selalu membalas dengan hal yang sama.
Secara lirik, “Tired” menyoroti perasaan sederhana namun relevan: rasa lelah dari orang yang terbiasa membantu, namun diam-diam merasa terkuras saat kembali ke ruang pribadi. Alih-alih menolak perasaan itu, lagu ini justru mengajak pendengar untuk memeluknya, menerima bahwa melambat adalah bagian dari proses bertumbuh.
Pamungkas tidak hanya berperan sebagai penulis, tetapi juga sebagai produser, sekaligus mengisi gitar dan keyboard. Kehadiran Raden Rohan pada drum dan Febriansyah Nur pada bass memberikan fondasi ritmis yang hangat dan organik, memperkuat keseluruhan aransemen.
Kolaborasi Personal dan Sentuhan Intim dalam Produksi
Kolaborasi dengan Alikha Zia menambah lapisan personal yang unik. Alikha bukan sekadar suara baru, melainkan putri dari Noor Kamil, sosok di balik nama Lupakanluka. Kehadirannya dalam lagu ini lahir secara natural, bukan sebagai pernyataan, melainkan bagian dari cerita itu sendiri.
Lagu ini terinspirasi dari percakapan antara ayah dan anak, menjadikan “Tired” lebih dari sekadar karya musik—ia adalah ruang intim di mana perasaan bisa hadir tanpa harus dijelaskan.
Secara musikal, “Tired” menghadirkan tekstur alternative R&B yang lembut dengan atmosfer hipnotik. Membawa pendengar melalui perjalanan emosional dari keterpurukan menuju penerimaan.
Lagu ini menegaskan bahwa merasa lelah bukan berarti lemah, melainkan tanda bahwa seseorang sudah terlalu lama kuat.
Dengan “Tired,” Lupakanluka menempatkan dirinya bukan hanya sebagai musisi, tetapi sebagai ruang aman bagi perasaan yang sering tak terucapkan.
Lagu ini menjadi simbol bahwa musik dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: bahwa kebaikan adalah kekuatan, dan kelelahan adalah bagian dari perjalanan manusia.
Single “Tired” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, siap menemani pendengar dalam momen refleksi dan perjalanan emosional mereka. []


