Jakarta, Opsi.id – Pep Guardiola resmi mengakhiri era emasnya bersama Manchester City dengan perpisahan emosional di Etihad Stadium, Minggu waktu setempat.
Meski City harus menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada laga terakhir musim ini. Suasana haru justru menjadi sorotan utama saat Guardiola menyampaikan pidato perpisahan usai pertandingan.
Pelatih asal Spanyol berusia 55 tahun itu tampak menahan air mata ketika berdiri di tengah lapangan.
Disaksikan ribuan suporter City serta ayahnya, Valenti Guardiola, yang hadir langsung di stadion.
Dalam pidatonya, Guardiola memberi pesan tegas kepada para pemain agar tetap menjaga standar tinggi klub meski dirinya tak lagi berada di bangku pelatih.
“Saya akan berada di sana, di tribun yang memakai nama saya, mengawasi mereka,” ujar Guardiola sambil bercanda. Merujuk pada tribun baru Etihad yang kini dinamai Pep Guardiola Stand.
“Tetapi para pemain punya tanggung jawab besar untuk menjaga standar ini. Saya berharap mereka terus berjuang. Ini rumah saya,” lanjutnya.
Selama 10 tahun menangani Manchester City, Guardiola mencatat sejarah sebagai salah satu pelatih tersukses dalam era modern sepak bola.
Ia mempersembahkan enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions, sekaligus membangun dominasi City di sepak bola Eropa.
Baca juga: Pep Guardiola Akhirnya Komentari Pemecatan Solskjaer
Saat memberikan salam perpisahan, suporter City kompak menyanyikan chant “10 more years”. Sebagai bentuk penghormatan terhadap pria yang membawa klub menuju masa kejayaan.
“Ini adalah kehormatan terbesar bagi keluarga saya sepanjang hidup,” kata Guardiola dikutip dari ESPN, Senin (25/5/2026).


