“Ini persoalan nyata di sekitar kita, bahkan terjadi di tengah masyarakat dan komunitas gereja. Korbannya sebagian besar adalah anak muda,” katanya.
Menurutnya, pelatihan ini diharapkan mendorong guru BK menjadi garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan TPPO di sekolah.
Selain itu, para guru juga didorong menginisiasi pembentukan gugus tugas pencegahan TPPO di tingkat sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar.
Tetapi juga ruang aman yang mampu mendeteksi dan mencegah sejak dini berbagai ancaman sosial.
Termasuk perdagangan orang, demi melindungi masa depan generasi muda di Sumatera Utara. []


