Ia menyebut dirinya mendapat tekanan dari masyarakat di 11 desa yang berada di Kecamatan Lamba Leda Utara. Wilayah tersebut dihuni sekitar 21.171 jiwa.
“Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak,” ujar Agustinus dalam video tersebut.
Deden diketahui merupakan Inspektur III BNPB sekaligus pejabat yang menjadi penanggung jawab BNPB di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam perdebatan tersebut, Agustinus juga mempertanyakan jumlah bantuan yang diterima karena harus dibagikan kepada warga di 11 desa.
“Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya, semua teriak ke saya,” katanya.
Agustinus bahkan sempat membanting salah satu paket bantuan di hadapan Deden sebagai bentuk protes. Ia menilai terdapat perbedaan antara catatan administrasi mengenai bantuan dengan kondisi yang diterima di lapangan.
“Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan,” ucapnya.
Ia juga menolak menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan.
“Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres, bagaimana cara membaginya?” katanya.
Namun, pada 26 Agustus, Agustinus memberikan klarifikasi melalui sebuah video yang diunggah akun Facebook Protokol dan Komunikasi Pimpinan Manggarai Timur.


