Dalam video tersebut, Agustinus didampingi Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur, Sekretaris Daerah Winsensius Tala, Deden Nurhidayatullah, serta seorang pegawai BNPB.
Agustinus menjelaskan bahwa informasi mengenai persoalan bantuan yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Sesungguhnya peristiwa itu tidak seperti yang dibagikan oleh beberapa pihak yang sangat merugikan BNPB dan Pemerintah Manggarai Timur,” ujarnya.
Ia menerangkan, bantuan dari pemerintah pusat terlebih dahulu masuk ke tingkat kabupaten sebelum diteruskan kepada pemerintah kecamatan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.
Menurut Agustinus, bantuan yang ditujukan untuk Kabupaten Manggarai Timur memang dalam jumlah besar. Namun, saat kejadian berlangsung, bantuan yang baru tiba di kecamatannya hanya berupa satu mobil pikap dan satu dump truk.
“Bantuan untuk Manggarai Timur memang banyak. Namun, saat kejadian, baru satu mobil pikap dan satu dump truk yang tiba di kecamatan. Sesungguhnya karena persoalan transportasi sehingga bantuan itu belum banyak mengalir ke sana,” katanya.
Ia menjelaskan, pernyataan Deden mengenai banyaknya bantuan mengacu pada keseluruhan bantuan yang sudah masuk ke Kabupaten Manggarai Timur, bukan semata-mata bantuan yang telah tiba di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Bantuan yang telah berada di sejumlah kecamatan lain juga telah disalurkan ke desa-desa di wilayah masing-masing.
Agustinus mengatakan dirinya kemudian melihat langsung bantuan yang masuk dan akan didistribusikan kepada masyarakat di 12 kecamatan di Manggarai Timur.
Klarifikasi kembali disampaikan Agustinus melalui video yang beredar di Facebook pada 28 Agustus.


