Kebijakan AS Ikut Memukul
Honda juga menyebut perubahan kebijakan di Amerika Serikat turut memperparah tekanan bisnis perusahaan.
Salah satu faktor utama adalah penghapusan insentif pajak bagi konsumen Amerika yang membeli kendaraan listrik.
Sebelumnya, pembeli EV di AS bisa memperoleh kredit pajak hingga US$7.500. Namun kebijakan tersebut dihentikan Presiden Donald Trump pada September 2025.
BACA JUGA: Menko Muhadjir Dorong PT dan SMK Terlibat Pengembangan Mobil Listrik
Selain itu, tarif impor mobil dan suku cadang otomotif yang diterapkan AS juga ikut menggerus keuntungan sejumlah produsen otomotif global, termasuk Honda.
Target EV Dipangkas
Chief Executive Officer Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan kini mengubah strategi bisnisnya.
Honda membatalkan target kendaraan listrik menyumbang seperlima penjualan mobil baru pada 2030.
Bahkan, target seluruh kendaraan Honda menjadi EV pada 2040 juga resmi dicabut.
Sebagai gantinya, Honda akan lebih fokus mengembangkan bisnis sepeda motor, layanan keuangan, dan kendaraan hybrid.
Honda juga menyebut Amerika Utara, Jepang, dan India menjadi pasar prioritas untuk pertumbuhan ke depan.
Sementara itu, rencana pembangunan pabrik EV dan baterai di Kanada diputuskan untuk ditunda.


