Persaingan China Jadi Ancaman
Analis menilai Honda kesulitan beradaptasi cepat terhadap perubahan pasar kendaraan listrik global.
Selain tingginya biaya investasi EV, produsen otomotif Jepang itu juga menghadapi tekanan kuat dari perusahaan China yang mampu menjual mobil listrik dengan harga lebih murah.
Head of Financial Analysis AJ Bell, Danni Hewson, menyebut kerugian Honda sebenarnya bukan hal mengejutkan.
BACA JUGA: Wabup Muslizar Resmikan Dealer Honda Terbesar di Abdya
“Seperti banyak produsen otomotif lama lainnya, Honda bertaruh besar bahwa konsumen akan cepat beralih ke mobil listrik. Namun pasar berubah lebih lambat dari perkiraan,” ujarnya.
Menurut Hewson, tekanan politik, biaya hidup, serta persaingan perusahaan China memaksa Honda mengubah rencana bisnis EV mereka.
Honda bahkan memperkirakan kerugian terkait kendaraan listrik masih akan mencapai 512 miliar yen pada tahun fiskal berikutnya yang berakhir Maret 2027. []


