Inflasi Sulbar 1,6 Persen, Sekda Tekankan Peran dan Jaga Stabilitas Harga

Mamuju, Opsi.id – Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, membuka kegiatan Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (GERAI) Sulawesi Barat menjelang IdulAdha 1447 H di Hotel Matos, Mamuju, Selasa 5 Mei 2026.

Kegiatan ini digelar Bank Indonesia bersama Pemprov dan Kementerian Agama Sulbar. Kegiatan ini bertujuan, menjaga inflasi tetap terkendali di momen IdulAdha yang rawan lonjakan harga.

Momentum hari besar keagamaan memang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan. Karena itu, peran berbagai pihak dinilai penting, termasuk para dai yang menjadi peserta kegiatan ini.

Baca juga: Polresta Mamuju Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sita Lebih dari 110 Gram Sabu

Junda mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari ketersediaan komoditas hingga dukungan transportasi. Namun, ada satu hal yang dinilai krusial, yakni komunikasi ke masyarakat.

“Karena kita sudah melakukan bagaimana penyediaan komoditas, kemudian transportasi keterjangkauan dan lain sebagainya. Tapi tinggal satu yaitu bagaimana komunikasi, karena apa pun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakatnya tidak mendukung maka tidak akan sukses,” jelasnya.

Ia berharap para dai bisa menjadi jembatan informasi di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan diharapkan sederhana namun berdampak, yakni mengajak masyarakat merayakan IdulAdha secara tidak berlebihan.

Baca juga: Edukasi Langsung ke Warga, Upaya Polda Sulbar Tingkatkan Keselamatan di Jalan

Selain itu, distribusi daging kurban juga diharapkan lebih merata, terutama kepada masyarakat kurang mampu, agar tidak memicu lonjakan permintaan di pasar.

“Sebenarnya peran ini tidak hanya sampai di sini. Kita berharap sustainable, para dai ini bukan hanya momentumnya ini, tapi dimana-mana juga memberikan advokasi penjelasan kepada masyarakat berkaitan inflasi,” jelasnya.

Junda juga memastikan kondisi inflasi di Sulbar saat ini masih terkendali. Angkanya berada di level 1,6 persen.

“Syukur alhamdulillah Sulawesi Barat ini Y-on-Y itu 1,6 persen masih dalam batas normal karena inflasi yang bagus itu ada 2,5 persen plus minus 1 persen. Kita 1,6 artinya masih di atas batas bawah yaitu 1,5 persen. Itu yang kita perlu jaga,” pungkasnya. []

Penulis: Eka Musriang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Keren, di Samosir Mobil Dinas Bupati Bisa Digunakan untuk Mobil Pengantin

SAMOSIR, Opsi.id – Pemerintah Kabupaten Samosir menghadirkan kebijakan baru...

Arditio Rilis Single Dosa Terindah, Refleksi Realitas Psikologis Cinta Tak Terucap

Jakarta - Industri musik tanah air kembali diramaikan oleh...

Perkuat Eksistensi di Industri Musik, Igan Baswara Rilis Single Ikut Aku Pulang

Jakarta - Lanskap industri musik Indonesia kembali kedatangan karya...

PSIM Yogyakarta Pecat Pelatih Jean-Paul van Gastel, Ini Penyebabnya

Yogyakarta, OPSI.ID - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama...

Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi BNI Percepat Penyaluran KPR FLPP Rumah Subsidi

Jakarta – Bank Negara Indonesia (BNI) mempercepat penyaluran Kredit...

Dorong PT 5 Persen, Sekjen Golkar Fokus Tambah Kursi DPR Dibanding Menang Pemilu 2029

Makassar, OPSI.ID - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muh Sarmuji...

Aksi Prajurit TNI di Makassar Bagi-bagi Masker Gratis ke Warga

MAKASSAR – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1408/Makassar turun...

Berita Terbaru

Popular Categories