Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh peserta aksi unjuk rasa untuk menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum selama menyampaikan aspirasi di ibu kota.
Sebagaimana diketahui, dalam sepekan ini sejumlah wilayah strategis di DKI Jakarta menjadi titik aksi demonstrasi.
”Ungkapan ekspresi ini jangan merusak fasilitas umum, karena fasilitas umum itu milik bersama,” kata Pramono saat ditemui wartawan di kawasan Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Pram menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, seyogianya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas, serta menjaga aset publik yang digunakan bersama.
”Saya mengimbau, meminta, siapapun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum,” ujar politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Pada hari yang sama, gelombang aksi unjuk rasa kembali melanda ibu kota. Sedikitnya lima titik demonstrasi tersebar di sejumlah kawasan strategis Jakarta, mulai dari kawasan Monas hingga Gedung DPR/MPR RI.
Salah satu aksi yang menjadi perhatian berlangsung di depan Gedung DPR RI. Demonstrasi tersebut diikuti sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas Universitas Trisakti. Seruan aksi disampaikan melalui akun media sosial Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, BEM Fakultas Hukum Trisakti, BEM Fakultas Teknologi Industri Trisakti, dan BEM STMA Trisakti.
Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 13.30 WIB itu mengusung tema Tiga Tuntutan Rakyat, yakni memulihkan ekonomi dan politik, memberantas inkompetensi pejabat, serta mengembalikan supremasi sipil.
Sementara itu, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, massa dari organisasi Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar aksi dukungan terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan selama aksi berlangsung, aparat kepolisian mengerahkan 4.263 personel gabungan. Apel pengamanan telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB.
Pihak kepolisian memperkirakan puncak keramaian aksi terjadi pada rentang pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, sehingga pengamanan difokuskan pada titik-titik konsentrasi massa dan jalur utama lalu lintas.
Pramono berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun menimbulkan kerusakan fasilitas publik.
”Kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban serta merawat fasilitas umum yang menjadi milik seluruh warga Jakarta,” kata Pramono Anung. []


