VANCOUVER, Opsi.id – Kemenangan telak Kanada atas Qatar dengan skor 6-0 dalam laga Grup B Piala Dunia 2026 ternoda oleh cedera mengerikan yang dialami gelandang andalan mereka, Ismaël Koné.
Pemain berusia 24 tahun itu harus ditandu keluar lapangan setelah mengalami patah tulang kaki kiri akibat tekel keras gelandang Qatar, Assim Madibo, pada babak kedua pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Jumat (19/6/2026) WIB.
Insiden tersebut langsung memicu kepanikan di lapangan. Sejumlah pemain Kanada segera memanggil tim medis setelah melihat kondisi kaki Koné yang tampak mengalami cedera serius.
“Saya melihat kakinya dan saya tahu ada sesuatu yang tidak beres,” kata kapten Kanada Stephen Eustáquio, yang menjadi salah satu pemain pertama yang menghampiri rekannya tersebut.
Setelah meninjau tayangan VAR, wasit memberikan kartu merah langsung kepada Madibo karena dianggap melakukan pelanggaran berbahaya.
Qatar pun harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain setelah sebelumnya Homam Al Amin juga lebih dulu diusir keluar lapangan.
Terpukul
Pelatih Kanada Jesse Marsch mengungkapkan bahwa seluruh tim sangat terpukul dengan cedera yang dialami Koné.
“Dia sekarang berada di rumah sakit dan akan menjalani operasi. Cedera itu terjadi tepat di depan bangku cadangan dan kami semua mendengarnya. Hati kami hancur melihat apa yang terjadi,” ujar Marsch.
Menurut Marsch, Koné merupakan salah satu pemain terpenting dalam skuad Kanada dan kehilangan besar bagi tim yang sedang tampil impresif di Piala Dunia.
“Dia adalah bagian dari hati tim ini. Kehilangannya akan sangat terasa bagi kami,” katanya.
Meski mengalami cedera serius, Koné tetap menunjukkan ketegaran saat ditandu keluar lapangan.
Ia melambaikan tangan kepada para pendukung yang memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan.
“Dia justru membuat semua orang lebih tenang meskipun dirinya yang terluka. Itu menunjukkan karakter luar biasa yang dimilikinya,” tambah Marsch.
Di sisi lain, suasana sempat memanas setelah pertandingan berakhir.
Terjadi adu argumen antara staf kedua tim, termasuk pertukaran kata-kata antara Marsch dan pelatih Qatar Julen Lopetegui saat berjabat tangan.
Marsch mengaku tidak memahami reaksi kubu Qatar yang memprotes kartu merah Madibo.
“Pelanggar bahkan datang ke ruang ganti dan meminta maaf kepada Ismaël. Saya tidak percaya dia sengaja ingin mencederai lawannya, tetapi saya tidak mengerti mengapa bangku cadangan mereka memprotes kartu merah setelah sebuah tekel jelas mengakibatkan patah kaki,” ujarnya.
Cedera Koné menjadi satu-satunya noda dalam kemenangan bersejarah Kanada. Berkat hasil tersebut, tuan rumah mencatat kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026 sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup B.
Namun fokus skuad Kanada kini tidak hanya tertuju pada peluang lolos ke fase gugur, tetapi juga pada proses pemulihan salah satu pemain terbaik mereka. [espn]


