Pemerintah juga mencatat realisasi program prioritas MBG mencapai Rp55,3 triliun hingga akhir Maret 2026 dengan jumlah penerima mencapai 61,8 juta orang dan melibatkan 26.066 SPPG.
Secara keseluruhan, APBN mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pemerintah menilai posisi tersebut masih dalam batas aman dan sesuai desain APBN 2026.
Di tengah tekanan global akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi, pemerintah menyebut ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen (yoy), ditopang permintaan domestik dan ekspansi sektor produktif.
BACA JUGA: Laporan Celios: 50 Orang Terkaya Kuasai Rp4.600 Triliun, Ketimpangan Makin Menganga
Inflasi tetap terkendali di level 3,48 persen pada Triwulan I 2026 dan turun menjadi 2,42 persen pada April 2026.
Pemerintah memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih solid dan mencatat net inflow Rp13,4 triliun sepanjang April 2026.
Purbaya menegaskan akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui koordinasi kebijakan fiskal dan keuangan yang kuat. []


