Selain itu, Pigai meminta pejabat negara berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait tindakan tegas terhadap pelaku kriminal karena dapat menimbulkan konsekuensi hukum dalam pelaksanaannya.
“Pernyataan itu sudah masuk mens rea. Maka komandonya harus hati-hati dalam pelaksanaan penertiban,” ujarnya.
Pigai menambahkan, praktik penegakan hukum internasional pun mengutamakan penangkapan hidup-hidup terhadap pelaku kejahatan berat, termasuk terorisme, demi kepentingan pengembangan penyelidikan.
“Seorang teroris sekalipun itu ditangkap hidup-hidup sebagai sumber informasi, sumber data,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf memerintahkan seluruh jajarannya menindak tegas pelaku pembegalan dan pencurian kendaraan bermotor.
Baca juga: Begal Bersenjata di Binjai, Pelajar SMA Dibacok Saat Berangkat Sekolah
“Tidak ada toleransi terhadap pelaku pembegalan. Saya sudah perintahkan tembak di tempat,” kata Helfi di Mapolda Lampung, Jumat lalu.
Menurut Helfi, langkah tersebut diambil karena aksi pembegalan di wilayah Lampung dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Ia juga menyebut sebagian besar hasil pencurian kendaraan bermotor digunakan pelaku untuk membeli narkoba, sehingga tindakan tegas dianggap perlu untuk menekan angka kriminalitas. []


