Pemkot Cirebon Optimistis Tekan Angka Stunting Secara Berkelanjutan Berbasis Intervensi Tepat Sasaran

Bandung – Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut tercermin dari kehadiran Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dalam rapat evaluasi penanganan stunting tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Selasa (7/4/2026). Siti Farida Rosmawati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiyawati

Kegiatan ini diikuti oleh 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat sebagai bagian dari upaya bersama menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih fokus dan berbasis wilayah.

Ia meminta seluruh daerah untuk mengidentifikasi secara rinci kecamatan dan desa dengan prevalensi stunting tinggi agar penanganannya bisa lebih terarah dan efektif.

“Kita harus lebih berkonsentrasi lagi, lebih fokus lagi. Di kecamatan mana, di desa mana yang stuntingnya tinggi dan memerlukan penanganan yang sangat serius,” ujarnya.

Ia juga menegaskan target besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam lima tahun ke depan. Yakni mewujudkan “zero new stunting” atau tidak ada lagi bayi yang lahir dalam kondisi stunting.

“Kami ingin seluruh kabupaten dan kota memiliki semangat yang sama. Jawa Barat harus benar-benar menuju zero new stunting. Tidak ada lagi stunting baru dalam lima tahun ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa persoalan sanitasi dan akses air minum yang layak masih menjadi faktor dominan penyebab stunting.

Ia menyebutkan bahwa sanitasi buruk dapat meningkatkan risiko stunting hingga 3,47 kali. Sementara balita dengan riwayat diare berulang memiliki risiko 12 hingga 18 persen lebih tinggi mengalami stunting.

“Masalah sanitasi, terutama di wilayah pinggiran dan perkampungan, masih menjadi tantangan serius. Kondisi jamban yang berdekatan dengan sumber air menjadi salah satu penyebab utama yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Erwan juga memaparkan kabar baik terkait tren penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat. Pada tahun 2024, angka stunting berhasil turun signifikan dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen. Upaya ini dinilai sebagai hasil dari kerja keras bersama yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Dalam kesempatan yang sama, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam forum tersebut merupakan bagian dari peran sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) di tingkat kota.

“Banyak sekali pencerahan yang kami dapatkan, terutama terkait strategi pencegahan dan penanganan stunting yang lebih efektif,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Kota Cirebon yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun masyarakat.

“Alhamdulillah, angka stunting di Kota Cirebon sudah turun menjadi 14,9 persen. Terimakasih untuk seluruh pihak karena ini merupakan hasil kerja bersama,” ujarnya.

Siti Farida juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting, mulai dari peningkatan kesadaran kesehatan hingga perbaikan pola asuh dan gizi keluarga.

“Semangat untuk pencegahan stunting. Semoga Indonesia bisa benar-benar menuju zero stunting,” tambahnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah dan komitmen kuat antar daerah dalam mempercepat penurunan stunting. Pemerintah Kota Cirebon pun optimistis, dengan kolaborasi yang solid dan strategi yang tepat, target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiyawati menjelaskan bahwa rapat tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sebagai langkah persiapan menghadapi pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) ke depan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi terhadap upaya penurunan stunting sekaligus mempersiapkan pelaksanaan SSGI di bulan-bulan mendatang,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Cirebon menunjukkan tren positif, dengan penurunan angka stunting dari 19,9 persen menjadi 14,9 persen pada survei terakhir.

“Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” katanya.

Selain isu stunting, dalam forum tersebut juga dibahas mengenai penguatan jaminan kesehatan di luar skema BPJS Kesehatan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Cirebon.

“Beberapa kasus seperti korban kekerasan atau tindak kriminal tidak dapat dicover oleh BPJS. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan anggaran khusus untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam kondisi tersebut,” jelas Siti Maria. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Polemik Pernyataan Jusuf Kalla, PP GMKI Minta Kader dan Eks Ketum Taat Konstitusi Organisasi

Jakarta – Polemik pernyataan Jusuf Kalla yang disampaikan dalam...

Kabar Duka, Mihoko Nakamura Istri Bungaran Saragih Wafat di Usia 81 Tahun

Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga Prof. Bungaran...

Pramono Anung Gratiskan Biaya 103 Sekolah Swasta dengan Kucuran Anggaran Rp253,6 Miliar

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah...

Laporan Celios: 50 Orang Terkaya Kuasai Rp4.600 Triliun, Ketimpangan Makin Menganga

Jakarta - Laporan Celios bertajuk “Republik Oligarki: Ketimpangan Ekonomi...

Prabowo Sentil “Indonesia Gelap”: “Kalau Mau Kabur, Silakan!” Publik Singgung Jejak Lama di Yordania

Jakarta - Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas menanggapi narasi...

JNE Content Competition 2026 Kembali Digelar, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

Makassar, Opsi.id - Perusahaan logistik nasional, JNE kembali menunjukkan...

Gen Z Penentu Masa Depan Pariwisata, Wamenpar: Bukan Sekadar Wisatawan!

Jakarta - Gen Z atau Generasi Z sebagai kunci...

Maruarar Sirait Genjot 21 Ribu Rumah Layak di Papua

Jakarta -  Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan...

Komentar Pramono Anung soal Pergantian Ketua DPRD DKI dari Khoirudin ke Suhud Alynudin

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengucapkan selamat...

Berita Terbaru

Popular Categories