Nganjuk, Opsi.id – Presiden Prabowo Subianto memilih momentum yang tepat untuk menyampaikan pesan keras kepada seluruh aparat negara.
Di hadapan ribuan buruh yang hadir dalam peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), ia mengeluarkan peringatan yang tak biasa — langsung, tanpa basa-basi.
Aparat negara, kata Prabowo, tidak boleh menjadi pelindung kejahatan. Justru sebaliknya.
“Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat beking penyelewengan, aparat beking penyelundupan, beking narkoba, beking judi,” tegasnya dikutip Minggu (17/5/2026).
Koreksi Diri atau Korup Bersama
Prabowo menyebut nama institusi satu per satu — kejaksaan, kepolisian, tentara. Semuanya diminta melakukan hal yang sama: koreksi diri, bersihkan diri, dan berani mengakui kelemahan internal.
Baca juga: 321 WNA Kasus Judi Online Internasional Dipindah ke Kantor Imigrasi
“Karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki, tetapi seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” kata Prabowo.


