Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Prabowo mengaitkannya langsung dengan keadilan bagi kaum buruh — kelompok yang selama ini kerap menjadi korban dari aparat yang berpihak pada kepentingan modal, bukan rakyat.
Reformasi yang Katanya Sudah Dimulai
Presiden mengakui bahwa langkah pembenahan sudah mulai dirintis oleh pimpinan TNI dan Polri.
Tapi ia menekankan bahwa itu belum cukup. Reformasi internal harus terus diperkuat agar institusi penegak hukum benar-benar profesional dan berpihak pada rakyat.
“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi,” tegasnya.
Di atas kertas, pernyataan itu terdengar kuat. Tapi bagi banyak buruh yang hadir — mereka yang selama bertahun-tahun berhadapan langsung dengan aparat ketika mogok atau berdemo — kata-kata itu baru akan bermakna ketika tindakan menyusul.
Kembali ke Jati Diri
Prabowo mengakhiri pesannya dengan ajakan yang sederhana namun berat maknanya — terutama diucapkan di tempat di mana seorang buruh perempuan tewas justru setelah berhadapan dengan aparat tiga dekade lalu.
Baca juga: KPK Bongkar Banyak Uang Korupsi Mengalir ke Wanita Simpanan
“Saya mengimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi yang dicintai rakyat,” katanya.
Marsinah tidak pernah sempat melihat aparat seperti yang Prabowo gambarkan hari ini. Semoga generasi buruh berikutnya tidak harus menunggu terlalu lama. []


