Layanan ESWL hadir sebagai solusi karena bersifat non-invasif.
Memungkinkan penghancuran batu ginjal ukuran kecil hingga sedang tanpa pembedahan terbuka.
Metode ini juga mempercepat pemulihan pasien, menekan angka rawat inap, serta mengurangi risiko komplikasi.
“Ke depan, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan serupa,” tambahnya.
Pemko ujarnya, akan terus mendorong penguatan layanan unggulan di RSUD.
Baik dari aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sistem pelayanan yang terintegrasi.
Kepala RST Pematangsiantar Kesdam I/Bukit Barisan, Mayor Ckm dr Ivan Paulus Gunata, menyebut kehadiran ESWL lompatan besar dalam pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Ini merupakan metode pengobatan yang maju dan akan menjadi pilihan masyarakat, tidak hanya dari Siantar tetapi juga daerah sekitar,” katanya.
BACA: Meta dan YouTube Digugat, Lahirkan Medsos yang Adiktif dan Merugikan Kesehatan Mental
Direktur RSUD dr Djasamen Saragih, drg Irma Suryani, menegaskan pihaknya akan terus berbenah menghadirkan layanan kesehatan berkualitas.
“Kami ingin RSUD ini benar-benar menjadi rumah sakit rujukan yang dibanggakan masyarakat,” ujarnya.
Acara tersebut juga diisi dengan edukasi kesehatan, pemaparan terkait ESWL, peninjauan ruang layanan, serta pelaksanaan IVA Test.
Hadir sejumlah unsur pemerintah, perbankan, BPJS Kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya. []


