Tunisia Sempat Bangkit
Tunisia berhasil memperkecil ketertinggalan. Omar Rekik menyundul umpan silang teasing Hannibal Mejbri untuk mengubah skor menjadi 2-1 — memberi harapan kecil bagi Les Aigles de Carthage.
Namun harapan itu segera padam.
Pada menit ke-59, kecerobohan kembali menghantui lini tengah Tunisia.
Ellyes Skhiri kehilangan bola di tepi kotak penalti, direbut Isak yang langsung mengirim umpan kepada Viktor Gyokeres. Striker Arsenal itu tidak menyia-nyiakan peluang — 3-1.
Pemain pengganti Mattias Svanberg menambah gol keempat setelah VAR memastikan ia tidak offside.
Lalu, sebagai penutup yang memukau, Ayari kembali mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti — skor akhir 5-1.
Isak dan Gyokeres Jadi Momok
Dua nama yang patut diwaspadai lawan-lawan Swedia ke depan: Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.
Keduanya tampil tajam dan saling melengkapi dengan apik, menjadi kombinasi berbahaya yang akan membuat bek manapun ketar-ketir.
Catatan Sejarah
Swedia pernah menembus perempat final Piala Dunia 2018 di Rusia, namun gagal lolos kualifikasi untuk edisi Qatar 2022. Kini mereka kembali dengan penuh ambisi.
Baca juga: Qatar Raih Poin Bersejarah, Tahan Imbang Swiss 1-1 di Piala Dunia 2026
Sementara Tunisia, yang tercatat sebagai tim Afrika pertama yang memenangkan laga Piala Dunia saat mengalahkan Meksiko pada 1978, belum pernah sekalipun lolos dari fase grup — dan hasil malam ini membuat misi tersebut semakin berat.
Laga ini juga menjadi pertandingan perdana yang digelar di kota Guadalupe dalam sejarah Piala Dunia. []


