Warga Dairi Minta Komnas Perempuan dan Komnas HAM Desak Pencabutan Izin Lingkungan PT DPM

“Kami memandang izin tersebut diterbitkan di wilayah yang menurut aturan tata ruang seharusnya dilindungi,” ujar Judianto.

Risiko Bencana

Tim hukum juga menyoroti potensi risiko bencana akibat aktivitas pertambangan.

Mereka mengacu pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Nomor 59/G/LH/2023/PTUN.JKT serta putusan Mahkamah Agung Nomor 277 K/TUN/LH/2024 yang, menurut mereka, telah menegaskan tingginya kerawanan bencana di wilayah Dairi.

Warga Dairi, Maheli Manurung, mengaku khawatir keberadaan tambang akan mengancam sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

“Ladang dan sawah merupakan sumber mata pencaharian kami. Kami khawatir keberadaan tambang akan berdampak terhadap kehidupan petani dan masyarakat sekitar,” katanya.

Senada, Koordinator Program Yayasan Forum Adil Sejahtera (YFAS), Mesry Rumahorbo, menilai keselamatan warga dan kelestarian lingkungan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam penerbitan izin lingkungan.

Kuasa hukum warga sekaligus Pengacara Publik Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Tiasri Wiandani, menyebut penerbitan SKKLH PT DPM Tahun 2026 berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.

Termasuk hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, hak atas pekerjaan, serta hak atas penghidupan yang layak.

Baca juga: Warga Dairi Tolak Izin Lingkungan Baru PT DPM, Sebut Pemerintah Langgar Putusan MA

Dalam audiensi tersebut, Komnas Perempuan dan Komnas HAM menerima laporan yang disampaikan warga dan organisasi masyarakat sipil.

Menurut Judianto, Komisioner Komnas Perempuan Devi Rahayu dan Irwan Setiawan menyatakan laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

Komnas Perempuan disebut akan mempertimbangkan pemberian rekomendasi kepada Menteri Lingkungan Hidup, sementara Komnas HAM akan menyampaikan laporan tersebut kepada pimpinan lembaga untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, warga Dairi juga telah menyampaikan pengaduan kepada Ombudsman Republik Indonesia pada 11 Juni 2026.

Belum ada tanggapan dari Kementerian Lingkungan Hidup maupun PT Dairi Prima Mineral terkait tuntutan pencabutan SKKLH Tahun 2026 tersebut. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Bupati Tolikara dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

TOLIKARA, Opsi.id  – Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama...

‎Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Guru Besar ITPLN: Transisi Energi Jadi Ujian Besar

‎Jakarta — Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Berita Terbaru

Popular Categories