5. Malaria
Malaria merupakan penyakit akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Perkembangbiakan nyamuk anopheles terjadi di genangan air. Tak heran bila penyakit ini juga banyak terjadi saat musim hujan.
Inilah yang membuat malaria menjadi endemik di daerah dengan curah hujan tinggi, termasuk di Indonesia.
Penyakit malaria dapat menyebabkan seseorang mengalami demam, nyeri tulang dan otot, menggigil, serta lemas. Dalam kasus tertentu, malaria bisa menyerang otak dan menyebabkan malaria serebral yang bisa mengancam nyawa penderitanya.
6. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui urine atau darah dari hewan seperti tikus, anjing, dan sapi. Seseorang juga bisa terkena penyakit ini ketika bersentuhan dengan tanah atau air yang telah terkontaminasi bakteri leptospira.
Gejala penyakit leptospirosis bisa berupa demam, nyeri otot, batuk kering, mual, muntah, diare, mengigil, kedinginan, atau sakit kepala.
Selain itu, ada pula sebagian kecil pengidapnya yang mengalami sakit tulang, nyeri sendi, limfa atau hati yang membesar, konjungtivitis, ataupun pembesaran kelenjar getah bening.
7. Penyakit Kulit
Masalah kesehatan lain yang sering muncul pada musim hujan dan banjir adalah penyakit kulit, bisa berupa infeksi atau alergi. Gangguan kesehatan ini pada dasarnya dapat terjadi karena kebersihan yang tidak terjaga dengan baik.
Genangan air hujan yang menimbulkan beberapa virus dan bakteri, berkembang biak, lalu menimbulkan beberapa penyakit yang menyerang permukaan kulit.
8. Hepatitis A
Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penyakit ini dapat menyebabkan munculnya gejala mual, muntah, kelelahan, sakit perut, hilang nafsu makan, dan demam. Pada kasus tertentu, hepatitis A juga dapat menimbulkan sakit kuning.


