GAMKI Maluku: Pernyataan Jusuf Kalla Menyimpang dari Ajaran Kasih

Ambon – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Maluku merespons pernyataan Jusuf Kalla dalam sebuah ceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026.

Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw, menyampaikan sikap resmi organisasi.

Ia menilai narasi yang beredar luas, yang mengaitkan ajaran agama dengan pembenaran kekerasan, tidak hanya keliru tetapi juga berpotensi melukai relasi antarumat beragama.

“Pikiran ini sesat dan jangan dijadikan kebenaran. Kami menyatakan bahwa itu sangat bertentangan dengan ajaran agama Kristen,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, ajaran Kristen berdiri kokoh di atas prinsip kasih.

Ia mengingatkan kembali pesan mendasar dalam Alkitab, bahwa kasih kepada sesama bukan sekadar anjuran, melainkan perintah yang tidak dapat ditawar.

Baca juga: GAMKI dan Sejumlah Ormas Laporkan Jusuf Kalla ke Polisi

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, hingga ajakan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Nilai-nilai itu menjadi garis tegas yang tak bisa ditawar,” katanya.

Meski demikian, GAMKI tidak menutup ruang klarifikasi.

Organisasi tersebut mendorong adanya penjelasan langsung dari Jusuf Kalla.

Jika pernyataan yang beredar benar, GAMKI berharap ada sikap terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai tokoh bangsa.

Di sisi lain, GAMKI juga menilai potongan video yang beredar kemungkinan tidak utuh.

Dalam konteks era digital, distorsi informasi dinilai bukan hal baru.

Karena itu, GAMKI mendesak aparat kepolisian untuk menelusuri kemungkinan adanya manipulasi konten yang dapat memperkeruh situasi.

Samuel menekankan bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial di Maluku.

Maluku memiliki sejarah panjang terkait kerentanan hubungan antar kelompok jika isu identitas tidak disikapi secara hati-hati.

Ia mengingatkan agar polemik ini tidak dibesar-besarkan hingga memicu luka lama.

GAMKI juga menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri, menempuh jalur hukum, serta menjaga kedamaian.

Secara internal, GAMKI telah menginstruksikan jajarannya di 11 kabupaten/kota untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana.

“Maluku dibangun di atas persaudaraan. Dan persaudaraan itu jauh lebih penting untuk dijaga daripada memenangkan perdebatan,” ujarnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Stoner Rock Indonesia, Suri Comeback Lewat Single Fractal

Jakarta - Enam tahun setelah merilis karya terakhirnya, unit...

Harry De Fretes Rilis Lagu I Love You, Bestie dengan Nuansa Budaya Betawi

Jakarta - Musisi, pencipta lagu, sekaligus pegiat seni Betawi...

Wongalas Hadirkan Energi Rock Orisinal di Album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat

Jakarta - Peluncuran album perdana Wongalas bertajuk “Dari Rakjat...

MK Tegaskan Program MBG Tidak Boleh Pakai Dana Pendidikan

Jakarta, OPSI.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis...

Tren Baru Orang Kaya: Suntik Lemak Jenazah demi Payudara dan Bokong Tetap Berisi

JAKARTA,Opsi.id  – Muncul tren baru di dunia bedah kosmetik...

MK Perintahkan Anggaran MBG Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

JAKARTA, Opsi.id  – Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemerintah dan...

Berita Terbaru

Popular Categories