Pematangiantar, Opsi.id – Kelompok Cipayung melontarkan kritik keras terhadap kondisi pendidikan di Kota Pematangsiantar.
Mereka menilai kualitas pendidikan tengah mengalami penurunan serius, baik dari sisi manajerial, infrastruktur, hingga kepercayaan publik.
Kelompok ini terdiri dari GMKI, GMNI, HMI, dan PMKRI. Mereka menyebut situasi pendidikan di kota ini tidak lagi bisa ditutup dengan narasi keberhasilan semu.
Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun Yova Ivo Cordiaz Purba menyampaikan, bahwa indikator paling nyata dari krisis ini adalah menurunnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri.
Fakta bahwa 9 dari 14 SMP negeri mengalami kekurangan peserta didik. Bukti nyata kegagalan dalam menjaga kepercayaan publik.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi kegagalan dalam mengelola sektor pendidikan,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menilai tidak adanya arah kebijakan yang jelas. Serta lemahnya pengawasan menjadi penyebab ketimpangan kualitas antar sekolah.
BACA: Program MBG Dinilai Bebani Anggaran Pendidikan 20 Persen
Selain itu, persoalan kesejahteraan guru masih menjadi masalah serius yang belum tertangani.
Ketua terpilih DPC GMNI Pematangsiantar Nicho Gurning, menilai pendidikan di Pematangsiantar telah melenceng dari tujuan utamanya.


