Ajakan Jatuhkan Prabowo Dinilai Picu Kegaduhan, Saleh Daulay Dukung Proses Hukum

Jakarta — Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menilai pelaporan terhadap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi merupakan langkah yang tepat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, pelaporan tersebut mencerminkan keberpihakan pada penegakan hukum dan demokrasi.

Ia menyebut, meskipun tanpa survei, banyak masyarakat diyakini merasa terganggu dengan ajakan yang disampaikan secara terbuka terkait upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut, kata dia, mudah dipahami publik karena disampaikan di ruang terbuka dan tersebar luas melalui media sosial.

“Orang awam saja sangat mudah memahami ajakan itu. Karena disampaikan di muka umum dan direkam secara utuh, dengan mudah pula tersebar di medsos. Ajakan itu sangat potensial ditafsirkan secara salah, sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan dan ketidaktertiban,” ujarnya.

Saleh menilai, jika aparat kepolisian menelaah video tersebut, terdapat sejumlah potensi pelanggaran yang bisa dikaji lebih lanjut. Di antaranya kemungkinan unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, hingga dugaan ajakan untuk menurunkan pemerintahan yang sah.

Ia menegaskan, kebebasan berpendapat memang dijamin, namun tetap memiliki batas. Jika pernyataan dinilai mengganggu ketertiban umum, maka masyarakat memiliki hak untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Pelaporan ini jangan dianggap remeh. Harus dilanjutkan karena semua orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” kata Saleh.

Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional agar tidak menimbulkan kesan tebang pilih dalam penegakan hukum, termasuk ketika pihak yang dilaporkan berasal dari kalangan aktivis.

Di sisi lain, Saleh meyakini Presiden Prabowo tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan tersebut. Menurutnya, Prabowo saat ini lebih fokus menjalankan program-program prioritas nasional, seperti swasembada pangan, pengembangan energi baru terbarukan, serta peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, dan penanganan bencana.

“Kalaupun mengetahui, mungkin hanya ditanggapi biasa saja. Bahkan bisa jadi hanya tersenyum tipis, sebagai tanda bahwa hal itu tidak perlu dibesar-besarkan,” pungkasnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Maguire Terkejut Ditinggal Tuchel untuk Piala Dunia 2026

London, Opsi.id - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel mengumumkan...

Jasa Marga dan BTN Sepakati Kolaborasi Strategis di Rest Area Jalan Tol

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) dan PT Bank...

Hari Kebangkitan Nasional, Dinas Dukcapil DKI Jakarta Luncurkan Aplikasi Alpukat Betawi 2.0

Jakarta - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi...

Meriahkan Hari Bhayangkara, Polda Sulbar Gelar Turnamen Voli Antar Satker

Mamuju, OPSI.ID - Suasana penuh keceriaan dan semangat kekompakan...

Grup Duo Elektronik, DNA Gandeng PARKZ di Single PAIN

Jakarta - Duo elektronik DNA kembali menunjukkan konsistensi mereka...

Kolaborasi Nyxx, Tokio, dan Iqua Hadirkan Single Elektronik TÔ Fora

Jakarta - Tiga musisi elektronik Indonesia, Nyxx, Tokio, dan...

Grup Band 1TENGAH Rilis Album Perdana Mula Masa

Jakarta - Proyek musik baru bernama 1TENGAH resmi memperkenalkan...

Berita Terbaru

Popular Categories