Como sendiri berdiri pada 1907 dan bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia yang terletak di tepi Danau Como, salah satu kawasan wisata terkenal di Italia.
Klub berjuluk I Lariani itu identik dengan warna biru dan kini menjadi salah satu tim paling menarik perhatian di Serie A.
Popularitas Como juga meningkat setelah menunjuk mantan gelandang Arsenal dan Barcelona, Cesc Fabregas, sebagai pelatih kepala.
Di bawah arahannya, Como tampil impresif sepanjang musim dengan permainan agresif dan disiplin.
Keberhasilan lolos ke Liga Champions dinilai menjadi bukti sukses proyek jangka panjang klub.
Como bahkan mampu mengungguli sejumlah raksasa Italia seperti AC Milan dan Juventus dalam perebutan tiket kompetisi Eropa.
Dalam beberapa musim terakhir, Como juga aktif membangun citra internasional.
Mendatangkan sejumlah nama besar sepak bola dunia sebagai investor maupun bagian dari proyek klub.
Langkah tersebut membuat Como berkembang dari klub kecil menjadi salah satu kekuatan baru di Italia.
Baca juga: Pekan Terakhir Liga Eropa: Nasib Bintang Afrika Masih Jadi Penentu
Kini, keberhasilan Como lolos ke Liga Champions bukan hanya menjadi sejarah bagi klub.
Tetapi juga kebanggaan tersendiri karena ada sentuhan pengusaha Indonesia di balik kebangkitan mereka di sepak bola Eropa. []


