Direktur Utama LPDP: Mahasiswa Harus Berada Dekat dengan Rakyat

Jakarta – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Andin Hadiyanto menyebut bahwa mahasiswa harus dekat dengan masyarakat. Pernyataan itu diungkapkan dalam pembukaan persiapan keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 179 `Abhipraya Nagara` secara daring, Selasa, 25 Januari 2022.

Sebagai penyedia beasiswa, kata dia, LPDP sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan layanan dan menyediakan beasiswa.

“Mahasiswa tidak boleh berada di Menara gading, mahasiswa harus berada dekat dengan rakyat,” kata Andin dalam keterangan yang diterima, Rabu, 26 Januari 2022.

“Hal ini dilakukan demi kemajuan bangsa yang dititipkan melalui para awardee yang juga adalah generasi muda bangsa yang akan memberikan peran besar nantinya terhadap kemajuan dan perkembangan bangsa ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, dana yang disalurkan kepada semua penerima beasiswa berasal dari uang rakyat. Oleh karena itu, diharuskan dan diwajibkan adanya timbal balik hasil yang diberikan oleh para awardee sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan semua rakyat Indonesia.

“Berbagai permasalahan bangsa, dari Sabang hingga ke Merauke membutuhkan sosok-sosok generasi muda bangsa yang dapat membantu menangani dan mencari jalan keluar juga berupaya sebaik mungkin untuk menjawab setiap permasalahan dan tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini,” tuturnya.

Menurutnya, inilah yang membuat LPDP berusaha sebaik mungkin untuk mengelola dana rakyat yang disalurkan dalam beberapa jenis beasiswa.

Mengingat pada 31 Januari 2022 adalah 1 dekade LPDP RI, lanjutnya, ke depan LPDP tidak akan ragu menambah anggaran beasiswa jika kontribusi dan pengabdian para awardee LPDP jelas, nyata, dan bermanfaat.

Pandangannya, mahasiswa khususnya penerima beasiswa LPDP merupakan sebuah privilege dari negara dan masyarakat Indonesia, mengingat Jumlah penduduk di negeri ini kurang lebih sebesar 272.000.000 jiwa.

Dari total jumlah tersebut, sambungnya, tidak lebih dari 0,05 persen masyarakat Indonesia menempuh pendidikan magister dan doktor.

Hal ini patut menjadi perhatian dan disyukuri oleh semua awardee penerima beasiswa LPDP. Apalagi, Indonesia pada 2045 mendatang akan menghadapi bonus demografi dan harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi mencapai Indonesia Emas.

“Di Indonesia ini kan sekarang penduduknya ada sekitar 272 juta orang, ini negara besar, yang mendapatkan kesempatan kuliah S2 dan S3 tidak sampat 0,05% dari seluruh penduduk itu dan Anda mendapat privilege itu di biayai oleh negara maka manfaatkan sebaik-baiknya,” kata dia.

Pria lulusan Doctor of Philosophy dari Graduate School of International Development Nagoya University Jepang ini tidak hanya memaparkan terkait dengan pengelolaan LPDP yang telah berjalan selama sepuluh tahun dan menjangkau ratusan ribu penerima.

Namun, ia juga mengapresiasi pembukaan PK 179 LPDP yang di kemas dengan baik oleh para awardee dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, Andin juga menyampaikan beberapa hal penting sebagai bekal bagi para awardee khususnya angkatan 179, terkait 7 hal yang harus diperhatikan dan diperlukan dalam dunia kerja dan harus dipelajari selama masa studi.

7 hal yang dimaksud antara lain; communication and interpersonal skills, critical and creative thinking, personal effectiveness, integrity and ethical conduct, social and responsibilities, leadership, dan career management.

Seperti diketahui, PK adalah kegiatan wajib bagi seluruh penerima Beasiswa LPDP yang akan berlangsung selama sepuluh hari dengan menghadirkan tokoh nasional dari berbagai bidang sebagai narasumber.

Pembukaan PK angkatan ke 179 yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut dihadiri oleh Jajaran Direksi LPDP, Tim Persiapan Keberangkatan LPDP dan awardee LPDP Angkatan PK-179 dengan diisi pembacaan ikrar penerima LPDP, video persembahan berjudul Kontribusi untuk Negeri dan pemutaran lagu Angkatan 179 `Abhipraya Nagara`.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

‎DPRD DKI Segel Operator Best Parking di Blok M Square Atas Dugaan Praktik Parkir Ilegal

‎Jakarta - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran...

Dinas Kesehatan DKI Beri Update Terbaru Kasus Hantavirus di Jakarta

‎Jakarta - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan DKI Jakarta Ani...

Java Jazz Festival 2026 Hadir di NICE PIK 2 dengan Layanan Shuttle Terintegrasi

Jakarta - myBCA International Java Jazz Festival 2026 akan...

Polantas Polda Sulbar Lakukan Pengaturan dan Edukasi Lalu Lintas Menyeluruh Bagi Warga

Mamuju, OPSI.ID - Satuan Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat...

321 WNA Kasus Judi Online Internasional Dipindah ke Kantor Imigrasi

JAKARTA, Opsi.id  — Sebanyak 321 warga negara asing (WNA)...

Wali Kota Wesly Rayakan Paskah Bersama ASN Pemko Pematangsiantar

Pematangsiantar, Opsi.id - Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK...

Kerja Keras Berbuah Manis, Tiga Pelajar Mamasa Wakili Indonesia di Kuala Lumpur Cup U16

Mamuju, OPSI.ID - Tiga pelajar asal Kabupaten Mamasa berhasil...

Berita Terbaru

Popular Categories