Dugaan Korupsi dan Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Dilaporkan ke KPK

Jakarta – Dugaan korupsi dan mafia tanah di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, 18 Februari 2022. 

Pelapornya adalah  Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya Rahmat Himran. 

“GPI melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tentang pengadaan, tender, dan kasus mafia tanah di lingkungan Kementerian ATR/BPN, ” kata Rahmat Himran usai memberikan berkas laporan di Gedung KPK.

Kata Rahmat, GPI melaporkan beberapa oknum pejabat, dan pengurus perusahaan yang terkait dengan tender tender di Kementerian ATR/BPN serta kasus mafia tanah yang terjadi di Indonesia.

Dalam laporan itu disebutkan seorang pejabat BPN yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dan beberapa perusahan yang memenangkan tender.

Menurut Rahmat, lebih dari 20 nama mereka laporkan. Mulai dari notaris, sejumlah perusahaan, hingga temuan-temuan tender.

Baca juga: Tak Bisa Berantas Mafia Tanah, Ketum Pernusa: Menteri Sekarang Kader Jusuf Kalla

“Yang kami masukkan dalam laporan, termasuk Menteri Sofyan Djalil, Iing Sodikin, Yustan Alpiani, Hary Sudwijanto, dan Himawan Arief Sugoto, terkait pengecilan pembayaran pajak yang merugikan negara dan dugaan korupsi lainnya,” bebernya, dilansir dari poskota.co, Jumat, 18 Februari 2022.

Dikatakannya, laporan tersebut berdasarkan laporan masyarakat, observasi, dan investigasi GPI Jakarta Raya.

Rahmat menyebut, selain ke KPK, GPI Jakarta Raya juga melaporkan masalah ini melalui surat ke Kejagung RI, Kejati DKI Jakarta, Bareskrim, Dirtipideksus Bareskrim Polri, PPATK, BPK, dan Komisi Kejaksaan.

Dia mengungkap dari laporan masyarakat, ada dugaan gratifikasi dan kongkalikong di dalam tubuh BPN dari para pengusaha.

Baca juga: Ahmad Basarah: Pemberantasan Mafia Tanah Harus Dari Hulu

“Dugaan adanya gratifikasi terkait permasalahan ini cukup santer baik itu pengadaan, kasus mafia tanah dan lain sebagainya,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan laporan tersebut juga ada keterkaitan dengan James Daniel Tabalujan, Hans Daniel Tabalujan atas dugaan kasus mafia tanah. 

James merupakan saudara Benny Simon Tabalujan yang saat ini masih DPO pihak kepolisian terkait kasus pemalsuan akta autentik di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

”Iya itu termasuk melaporkan James Daniel Tabalujan, Hans Gerald Tabalujan,karena dia sebagai pengendali perusahaan tersebut,” tandasnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

PSI: Jokowi Konsisten Bangun Indonesia Timur, Kunjungan ke NTT Dinilai Perkuat Ikatan dengan Masyarakat

JAKARTA, Opsi.id  – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI)...

Selada Berwajah Aktor Jepang Tatsuya Fujiwara Viral, Jadi Cara Unik Kurangi Limbah Makanan

TOKYO, Opsi.id  – Cara unik dilakukan perusahaan makanan Jepang...

AFF 2026: Indonesia Libas Timor Leste 3-0, Thom Haye Bersinar

CHONBURI, Opsi.id – Timnas Indonesia meraih kemenangan meyakinkan 3-0...

lTPLN Bekali Pelajar Medan dan Binjai terkait Energi Bersih, dari PLTS hingga Sampah

‎Jakarta - Institut Teknologi PLN (ITPLN) bersama PT PLN...

UEFA Resmi Boikot Kompetisi FIFA, Piala Dunia Terancam

Jakarta - Organisasi sepak bola negara-negara Eropa UEFA resmi...

JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026

Jakarta - Bank Jakarta berhasil meraih penghargaan Top Digital...

Berita Terbaru

Popular Categories