MEDAN, Opsi.id – Seorang pria bernama Rahmadsyah (45), yang merupakan keluarga anggota TNI, menjadi korban penganiayaan brutal.
Diduga dilakukan sekelompok orang di kawasan Jalan Jermal VII Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (30/5/2026) malam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh dan kini masih menjalani perawatan intensif.
Abang kandung korban, Serka Dede Andiruka, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan adiknya didatangi puluhan orang yang kemudian melakukan penyerangan secara membabi buta menggunakan senjata tajam.
“Adik saya mengalami luka di sejumlah bagian tubuh akibat sabetan senjata tajam,” ujar Dede saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Menurut Dede, setelah dianiaya, korban diduga dibawa paksa oleh para pelaku.
Sebelum akhirnya ditinggalkan dalam kondisi berlumuran darah di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan, Jalan Mandala, Kecamatan Medan Denai.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut.
Baca juga: Sedang Asyik Miras, Pelaku Penganiayaan di Paniki Bawah Mapanget Dibekuk Polisi
Namun, pihak keluarga kemudian meminta rujukan karena keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Dede mengaku keluarga juga berupaya membawa korban ke sejumlah rumah sakit lain di Kota Medan.
Namun, menurutnya, korban tidak dapat dirawat dengan berbagai alasan sehingga keluarga memutuskan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.
“Kami sangat kecewa karena korban yang kondisinya kritis tidak mendapatkan penanganan yang kami harapkan,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga dari korban, Dede menyebut penyerangan itu diduga dilakukan atas suruhan seseorang bernama Guntur Syahputra.
Meski demikian, motif di balik aksi kekerasan tersebut hingga kini belum diketahui.


