Menteri Tito Beri Deadline Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatra

Jakarta – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menetapkan target percepatan pendataan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatra.

Ia meminta pemerintah daerah (pemda) segera menyelesaikan pendataan sekaligus klasifikasi dalam waktu satu minggu.

Tito menegaskan, kecepatan dan akurasi data menjadi kunci utama percepatan pembangunan huntap.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan huntap hanya diperuntukkan bagi rumah yang mengalami kerusakan berat atau hilang.

Hal itu disampaikan Tito usai Rapat Koordinasi Pendataan Huntap di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

“Saya kasih deadline sampai Rabu depan. Kami juga paralel, BPS turun, BNPB turun, dan tim Satgas PRR juga turun ke tiga provinsi,” ujar Tito.

Ia meminta gubernur hingga bupati dan wali kota turun langsung mempercepat pendataan dengan membentuk tim kecil di lapangan.

Langkah ini dinilai penting agar proses pendataan berjalan cepat dan akurat.

Dalam skema pembangunan, pemerintah membagi huntap ke dalam tiga kategori, yaitu huntap insitu (dibangun di lokasi semula), huntap eksitu (dipindahkan secara mandiri), dan huntap eksitu terpusat atau komunal.

Data sementara mencatat usulan pembangunan huntap di tiga provinsi mencapai 39.021 unit. Rinciannya, Aceh sebanyak 28.876 unit, Sumatra Utara 7.321 unit, dan Sumatera Barat 2.824 unit.

Namun, Tito menegaskan data tersebut masih harus diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik sebelum proses pembangunan dimulai.

“Nanti diverifikasi oleh BPS, benar tidak rusak berat atau hilang. Setelah itu baru BNPB dan Menteri PKP melakukan eksekusi,” jelasnya.

Pemerintah menunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai pelaksana utama pembangunan huntap.

Selain itu, sejumlah pihak seperti Yayasan Buddha Tzu Chi dan Polri turut memberikan dukungan.

Tito menegaskan, pembangunan akan diprioritaskan di daerah yang sudah memiliki data lengkap dan siap dieksekusi.

Ia pun mengingatkan kepala daerah agar tidak lambat dalam melakukan pendataan.

“Yang kita bangun duluan adalah daerah yang datanya sudah siap. Jangan sampai masyarakat mengeluh karena lambatnya pendataan,” pungkasnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Anak Padang Ini Menang Polling Publik

Jakarta, Opsi.id - Momen bersejarah terjadi di Kompleks Istana...

JOE dan ADPMET Dorong Revisi Aturan PI 10 Persen, Targetkan Tata Kelola Migas Lebih Akuntabel

‎Jakarta – Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan...

Lewat Lensa Kamera, Polda Sulbar Tampilkan Wajah Humanis Polri di Mall Matos

Mamuju, OPSI.ID - Pameran fotografi yang digelar Polda Sulawesi...

‎Kevin Wu PSI Desak Pemprov DKI Tindak Judol di Jakbar, Nilai Perputaran Uang Capai Rp600 Miliar

Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)...

Rooney Sebut Piala Dunia 2010 yang Terburuk, Pernyataannya Picu Perdebatan di Piala Dunia 2026

JAKARTA, Opsi.id  – Mantan kapten Timnas Inggris, Wayne Rooney,...

Gol Menit ke-92 Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

LOS ANGELES, Opsi.id  – Kanada mencatat sejarah baru di...

Andien Hadirkan Album Sehidup Semusik di Tahun ke-26 Kariernya

Jakarta - Penyanyi Andien merayakan 26 tahun perjalanan kariernya...

Berita Terbaru

Popular Categories