Meski Sudah Didatangi Ganjar, Warga Wadas Ungkap Rasa Kecewa

Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi warga Desa Wadas Purworejo pada Minggu, 13 Februari 2022. Namun warga di sana merasa tidak puas dengan unggahan sang gubernur di media sosial yang tak seutuhnya mengungkap hasil pertemuan.

Dilihat di akun Instagram wadas_melawan, warga Desa Wadas melontarkan sejumlah poin yang semestinya disampaikan sang gubernur pasca pertemuan.

“Melihat postingan video di akun pribadi Gubernur Jateng warga Desa Wadas cukup menyayangkan karena ada poin-poin yang tidak disampaikan dalam video tersebut,” demikian caption di akun Instagram tersebut, dilihat Senin, 14 Februari 2022.

Adapun poin-poin yang ingin disampaikan warga Desa Wadas, yaitu pada saat Gubernur Jateng memasuki Masjid Nurul Huda, para ibu Wadon Wadas menyambut dengan mars Gempadewa (Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas). Sebuah lagu perjuangan warga Wadas, bukan hanya lagu Ya Lal Wathon.

Kemudian, tidak ada satupun pernyataan warga Wadas yang disampaikan melalui unggahan Ganjar Pranowo. Sedangkan poin itu yang warga rasa penting didengar oleh masyarakat supaya memahami apa yang mereka perjuangkan. 

BACA JUGA: 23 Warga Desa Wadas Purworejo Ditangkap, Polisi: Mereka Bawa Senjata Tajam

“Tanah di Wadas ini tidak dijual, tetapi menyangkut tanah leluhur, nyawa, dan generasi yang akan datang. Jadi, sampai kapanpun dengan risiko apapun, kami akan tetap melestarikan mempertahankan tanah kelahiran ini, yakni tanah Desa Wadas,” demikian isi caption tersebut.

Mereka juga meminta Gubernur Ganjar Pranowo untuk mencabut IPL Wadas. Karena sejak awal tanpa persetujuan warga Wadas, SK Gubernur  Jateng No. 590/41 Tahun 2018 tentang Persetujuan Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah untuk Pertambangan di Wadas diterbitkan. 

Kemudian setelah dua tahun masa berlaku habis, kembali menerbitkan SK Gubernur Jateng No. 539/29 Tahun 2020 untuk diperpanjang satu tahun. Setelah itu kembali melakukan pembaruan IPL dalam SK Gubernur Jateng No. 590/20 Tahun 2021 yang digugat warga di PTUN Semarang.

“Kami harap kasus kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap warga Wadas diusut tuntas, siapa yang mendanai, pelaku, dan aktor intelektualnya. Kami juga tegaskan bahwa kami masih tetap konsisten menolak pertambangan andesit di Wadas dan menuntut agar Ganjar Pranowo mencabut izin penetapan lokasi Wadas,” kata warga dalam caption tersebut.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

El Popo Buka EP Dumbo Fantastico Lewat Single Ngantuk

Jakarta - Dunia modern, khususnya bagi mereka yang hidup...

CUAN.AI, Inovasi Mahasiswa ITPLN Raih Juara 2 Nasional

Jakarta – Tim Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut...

Slowdive hingga Caribou Bakal Manggung di Joyland Sessions 2026

Jakarta - Promotor penyelenggara Plainsong Live secara resmi merilis...

Unit Indie-Pop Bogor, Starrducc Siap Gebrak Panggung Music Lane Festival Okinawa

Jakarta - Industri musik independen tanah air kembali mencatatkan...

Protocol Afro Bungkus Suara Kritis Kepada Sistem di Single Anarki

Jakarta - Industri musik independen Indonesia selalu menarik untuk...

Wantimpres Bukan Sekadar Pengkritik, Ini Kedudukan dan Tugasnya

JAKARTA, Opsi.id  – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memiliki kedudukan...

Buntut Diusir dari Ruang Sidang, Ahli Relawan Gibran Adukan Wakil Ketua MK dan Hakim ke MKMK

JAKARTA, Opsi.id – Persidangan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Formasi Laporkan 9 Hakim MK ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Jakarta, OPSI.ID - Mahasiswa Indonesia (Formasi) melaporkan sembilan hakim Mahkamah...

Berita Terbaru

Popular Categories