Brasil di Atas Angin
Brasil saat ini memimpin Grup C dengan empat poin dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga peluang lolos sebagai juara grup.
Jika mampu mengalahkan Skotlandia dan di saat bersamaan Maroko gagal mengalahkan Haiti, Brasil dipastikan melaju ke babak 32 besar sebagai pemuncak klasemen.
Meski demikian, Brasil harus kehilangan winger Barcelona, Raphinha, yang mengalami cedera hamstring saat kemenangan 3-0 atas Haiti.
Ancelotti diperkirakan mengandalkan Vinicius Junior, Matheus Cunha, dan Rayan di lini depan.
Skotlandia Kejar Sejarah
Di kubu lawan, Skotlandia memburu sejarah baru. Tim asuhan Steve Clarke belum pernah lolos dari fase grup dalam turnamen besar sepanjang sejarah mereka.
Saat ini Skotlandia mengoleksi tiga poin dan setidaknya dipastikan finis di posisi ketiga grup. Hasil imbang melawan Brasil berpotensi besar membawa mereka lolos ke fase gugur.
“Tim Skotlandia belum pernah melewati fase grup. Jika kami bisa menjadi tim pertama yang melakukannya, itu akan sangat spesial,” ujar Clarke.
Kapten Andrew Robertson juga menegaskan timnya ingin memberikan kebahagiaan kepada para pendukung yang dikenal dengan sebutan Tartan Army.
“Kami ingin memberi mereka sesuatu untuk dirayakan. Jika kami menang, kami akan menciptakan sejarah,” kata Robertson.
Rekor Pertemuan
Brasil dan Skotlandia memiliki sejarah panjang di Piala Dunia. Kedua tim sudah empat kali bertemu di turnamen tersebut.
Baca juga: Ancelotti Tak Menyesal Panggil Neymar yang Cedera
Pertemuan pertama terjadi pada Piala Dunia 1974 yang berakhir imbang tanpa gol. Setelah itu Brasil selalu menang pada edisi 1982, 1990, dan 1998.
Secara keseluruhan, Skotlandia belum pernah mengalahkan Brasil dalam 10 pertemuan di semua ajang.
Prediksi Susunan Pemain
Skotlandia:
Angus Gunn; Nathan Patterson, Jack Hendry, Grant Hanley, Andrew Robertson; Scott McTominay, Lewis Ferguson, Ryan Christie, John McGinn; Ben Doak, Che Adams.
Brasil:
Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.
Berdasarkan simulasi Opta, Brasil memiliki peluang kemenangan sebesar 68,1 persen.
Peluang hasil imbang diperkirakan mencapai 19 persen, sementara Skotlandia hanya memiliki kemungkinan menang sebesar 12,9 persen.
Laga ini juga menjadi kesempatan bagi Neymar untuk menandai comeback-nya di panggung Piala Dunia sekaligus membantu Brasil mengamankan tiket ke fase gugur. []
